ID ENG

Kehadiran PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Eagle Nice Indonesia di Perusahaan Mendapat Penolakan dan Diskriminasi

Tanggal Publish: 01/10/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Ahmad Fauzi Sekretaris Dewan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Garmen Kerajinan Tekstil Kulit dan Sentra Industri dan Sentra Industri afiliasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPC FSB GARTEKS KSBSI ) Kabupaten Serang Banten mengatakan pihaknya baru mendirikan Pengurus Komisariat (PK) di PT. Eagle Nice Indonesia. Surat pencatatan PK sudah didaftarkan di Suku Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Serang dengan nomor: 01/PK.FSB GARTEKS KSBSI/PT.ENI/IX/2021 pada 16 September 2021.

Pada 27 September surat pencatatan ini dikabulkan Disnaker tingkat kabupaten. Setelah itu, pihaknya melakukan sosialisasi kepada PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Eagle Nice Indonesia. Kemudian, membuat surat audiensi ke perwakilan pimpinan  perusahaan. Tujuannya untuk audiensi  sambil bersilaturahim dan mengenalkan FSB GARTEKS.

“Tapi yang kami sesalkan, saat surat audiensi ini sudah masuk ke perusahaan melalui pengurus PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Eagle Nice Indonesia ke. Tapi hari ini salah satu pimpinan perusahaan langsung menolaknya tanpa melalui balasan surat, melainkan secara lisan,” ucapnya, saat diwawancarai, Kamis (30/9/2021).

Ahmad menilai, sikap penolakan lisan ini terkesan melakukan diskriminasi dan mencoba menghalang-halangi FSB GARTEKS masuk perusahaan. Padahal, selama ini di PT. Eagle Nice Indonesia sudah ada 2 serikat pekerja/buruh.

“Tentu saja kami anggap ini sangat aneh. Padahal kami membuat perwakilan pengurus komisariat di perusahaan tersebut sudah mengikuti mekanisme yang dibuat pemerintah,” terangnya.

Bahkan, sejak serikat buruhnya hadir di perusahaan itu, Ahmad mengatakan ada pengaduan bahwa Ketua PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Eagle Nice Indonesia sudah tidak boleh parkir mobil di area perusahaan dan kantin. Saat ini, Ahmad juga mengatakan pihak perusahaan memang belum ada indikasi melakukan pemberangusan serikat buruh.

“Tapi sudah ada indikasi menolak hak kebebasan berserikat. Ya kalau perusahaan melarang FSB GARTEKS, seharusnya mereka mencabut dulu Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh,” jelasnya.

Untuk sementara ini, pihaknnya akan membahas dalam rapat internal. Kemungkinan, langkah pertama, DPC FSB GARTEKS Kabupaten Serang akan mengirim surat audiensi lagi. Apabila nantinya pihak perusahan kembali menolak, maka akan diambil langkah somasi.

“Kalau surat somasi yang disampaikan juga diabaikan, maka langkah terakhir kami akan melakukan aksi demo di perusahaan,” tegasnya.

Terakhir, Ahmad menyampaikan seharusnya pihak perusahaan jangan memandang negatif dulu dengan kehadiran FSB GARTEKS. Sebab, dia menduga ada sekelompok orang yang memang membangun ‘kampanye hitam’ bahwa organisasinya hanya serikat buruh tukang demo.

“Padahal gerakan FSB GARTEKS sebenarnya tidak mengedepankan aksi demo. Justru kami lebih mengedepankan dialog sosial kepada perusahaan kalau ada perselisihan hubungan industrial. Demo hanya dilakukan kalau sudah tak ada titik temu saja,” ungkapnya. 

PT. Eagle Nice Indonesia adalah perusahaan bergerak dibidang garmen dan beralamat di Jalan Raya Serang Jakarta KM 70. Kibin-42185. Kabupaten Serang Banten. Dan bagian dari perusahaan MNC (multinational corporation). (AH)