ID ENG

Kasus PHK Terhadap PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Universal Luggage Indonesia Bertambah, Kebebasan Berserikat Semakin Suram

Tanggal Publish: 03/10/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Pada Jumat, 1 Oktober 2021, telah terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap Haryadi Ketua Pengurus Komisariat Federasai Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tektil, Kulit dan Sentra Industri Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia ( PK FSB GARTEKS KSBSI ) PT. Universal Luggage Indonesia (ULI). Keputusan yang dinilai tidak adil ini dilakukan oleh manajemen perusahaan. 

A.Ariya Dipraja Ketua Bidang Program Dewan Pengurus Cabang (DPC) FSB GARTEKS KSBSI Tangerang Raya mengatakan pihaknya menyesalkan keputusan atas PHK terhadap Haryadi. Sebelumnya, ada 14 orang pengurus dan anggota yang sudah di PHK. Kemudian disusul saudara Jaja Sekretaris PK FSB Garteks KSBSI PT. Universal Luggage Indonesia di PHK dengan alasan tidak jelas. Dan saat ini sedang menjalani proses penyelesaian perselisihan di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang.

“Sebenarnya dalam penyelesaian masalah, kami lebih mengedepankan sikap bijak. Dan melakukan upaya hukum sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 karena situasi masih terjadi pandemi Covid-19,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/10/2021).

Tapi yang disesalkan, lama-lama perusahaan justru terkesan arogan. Mereka melakukan PHK ke semua pengurus. A.Ariya Dipraja menegaskan DPC FSB GARTEKS KSBSI Tangerang Raya tidak akan membiarkan sikap perusahaan yang bersikap seenaknya keputusan tersebut. Termasuk sudah ada unsur pemberangusan serikat buruh (union busting). Serta diskriminasi terhadap pengurus dan anggota PK FSB Garteks KSBSI PT. Universal Luggage Indonesia.

DPC FSB GARTEKS KSBSI Tangerang Raya menegaskan tetap akan membela pengurus dan anggotanya yang di PHK di perusahaan tersebut. Selain upaya hukum Litigasi, pihaknya juga melakukan kampanye terhadap mereka (Brand). Jika manajemen PT. Universal Luggage Indonesi tidak mau mendengarkan tuntutan untuk memperkerjakan kembali pengurus dan anggota yang sudah di PHK, pihaknya akan melakukan aksi demo di perusahaan.

”Karena sejak berdinya PK FSB Garteks KSBSI PT. Universal Luggage Indonesia ajakan untuk berdialog dengan perwakilan perusahaan tidak pernah ditanggapi. Jadi cukup beralasan jika kami melakukan aksi mogok kerja atau demo di depan pabrik karena gagalnya sebuah perundingan. Surat Pemberitahuan Aksi Unjuk Rasa dalam waktu dekat ini akan kami kirim ke pihak kepolisian,” tegasnya.

PT. Universal Luggage Indonesia beralamat di Jalan. Raya Serang Km. 32,5 Ds. Sumur Bandung Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. (AH)