ID ENG

K2F FSB GARTEKS Kembali Gelar Edukasi Safe Circle di PT. PWI 1 dan PT. PWI 2 Kabupaten Serang

Tanggal Publish: 05/10/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Komisi Kesetaraan Federasi (K2F) FSB GARTEKS kembali menggelar kegiatan sosialisi kampanye anti  kekerasan  dan pelecehan seksual di PT. Parkland World Indonesia (PWI) 1 dan PT. PWI 2 di Kabupaten Serang Banten. Sosialisasi yang mengangkat tema ‘Safe Circle’ atau Lingkaran Aman ini diberikan kepada Pengurus Komisariat (PK) dan anggota dua perusahaan tersebut.

Indah Fatma Sari Ketua K2F GARTEKS mengatakan sosialisasi ini merupakan kegiatan terakhir. Sebelumnya sudah dilakukan di tiga perwakilan PK. Seperti PK FSB GARTEKS PT. Indonesia Wacoal dan PT. Ricky Putra Globalindo di Kantor DPC FSB GARTEKS Kabupaten Bogor Jawa Barat. Kemudian dilanjutkan di PK FSB GARTEKS PT. Kaho Indah Citra Garmen-DPC FSB GARTEKS DKI Jakarta.

“Materi sosialisasi yang disampaikan masih sama, untuk mengedukasi pengurus dan anggota tingkat PK,mengenai pentingnya aktivis FSB GARTEKS melawan kekerasan dan pelecehan seksual. Serta mendorong hak kesetaraan gender di dunia kerja,” ucap Indah Fatma, saat diwawancarai melalui seluler, Senin (4/10/2021).

Dia juga menyampaikan bahwa kampanye dan edukasi melawan kekerasan dan pelecehan seksual di dunia kerja semakin diterima oleh pihak perusahaan. Hal ini terbukti, ketika FSB  GARTEKS memperjuangkan agenda penolakan Gender Bassed Violence (GBV) dalam kesepakatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) disambut baik oleh pihak perusahaan.

“Sekarang ini sudah ada 5 PK FSB GARTEKS mewakili perusahan FSB GARTEKS yang telah berhasil memasukan agenda GBV dalam kesepakatan PKB. Semoga kedepannya bisa bertambah lagi,” harapnya.

Lanjutnya, tingkat kesadaran pengurus cabang dan PK untuk menciptakan suasana lingkaran aman dari ancaman kekerasan dan pelecehan seksual semakin tinggi. “Biasanya, setelah saya mengadakan pendidikan, merela langsung mensosialisasikannya kepada anggota dan pengurus lainnya,” ucap Indah Fatma.

“Hal ini terbukti, sudah banyak pengurus dan anggota yang membuat desain kampanye penolakan   kekerasan  dan pelecehan seksual di media sosial (Medsos) dan spanduk di lingkungan perusahaan mereka masing-masing,” jelasnya.

Terakhir, Indah Fatma berharap kampanye safe circle yang sedang disuarakan tak hanya diterima dilingkungan perusahaan saja. Namun perusahaan dan masyarakat luas ikut mendukung. Sebab, praktik kekerasan dan pelecehan seksual di dunia kerja setiap waktu mengancam buruh/pekerja. (AH)