ID ENG

Jokowi Punya Janji Urusan SDM

Tanggal Publish: 20/01/2020, Oleh: DPP FSB Garteks

Pada periode pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin negara, dia terlihat fokus pada pembangunan infrastruktur. Mantan walikota Solo ini sangat gesit mengunjungi daerah yang belum dijamah pembangunan untuk membuka jalan baru, bandara udara, sekolah dan lainnya. Seperti diwilayah Kalimantan, Sulawesi, Papua dan beberapa daerah tertinggal lainnya.  

Dia yakin, kalau berbagai pembangunan infrastruktur digenjot, maka investor akan masuk membuka lapangan kerja. Maka tingkat perekonomian daerah pun tumbuh dan masyarakat lokal tidak perlu lagi mencari lapangan kerja. Sebab lapangan kerja sudah terbuka.

Semangat Jokowi dalam program pembangunan infrastruktur selama 1 periode memang terlihat membuahkan hasil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi tingkat nasional tumbuh. Lapangan kerja semakin terbuka dan jumlah pengangguran berkurang.

Nah, ketika ia kembali terpilih presiden bersama wakilnya Ma’aruf Amin (2019-2024), dalam kata sambutan pidatonya salah satunya Jokowi akan menggenjot Sumber Daya Manusia (SDM). Dihadapan para pembantu kabinetnya, dia menekankan agar menteri yang ditunjuknya harus fokus bekerja dan mendorong peningkatan SDM ditiap instansi pemerintahan.

Alasan Jokowi menekankan peningkatan SDM memang realistis. Pasalnya, berdasarkan data Human Capital Index (HCI) dari Grup Bank Dunia dalam pertemuan tahunan IMF 2018, menunjukan kualitas SDM Indonesia diperingkat 87 dari 157 negara. Tentu saja peringkat tersebut belum memuaskan, karena masih kalah dibandingkan negara tetangga seperti Singapura dan Vietnam.

“Jika SDM tidak ditingkatkan, maka negara ini akan tertinggal. Generasi muda kita bisa kalah dalam persaingan dunia kerja ketika Indonesia memasuki era Bonus Demografi 2030,” ungkapnya, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Oleh sebab itulah, Jokowi tak mau berleha-leha. Ia langsung memerintahkan beberapa kementerian, diantaranya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Sosial (Kemenkes) untuk bersinergi dalam program peningkatan SDM.

Sri Mulyani Menteri Keuangan dalam keterangan tertulisnya pada Desember 2019 lalu mengatakan pemerintah memang serius dalam peningkatan SDM dalam program pendidikan, pelatihan dan kesehatan. Dia menjelaskan kunci negara maju karena pemimpinnya terus mendorong kualitas SDM masyarakatnya. Sebab SDM merupakan aset yang bisa memajukan peradaban manusia.

“Dari 5 prioritas pembangunan Presiden Jokowi period ke 2, peningkatan SDM menjadi prioritas pertama. Negara tidak mau lagi tertinggal dalam urusan daya saing dengan negara lain untuk kedepannya,” ungkapnya.

Selain itu beberapa kementerian yang ditugaskan Jokowi dalam urusan SDM harus mampu menyediakan fasilitas. Seperti penyediaan sarana pendidikan dan pelatihan yang memadai serta  fasilitas kesehatan masyarakat. Kemudian tugas yang harus dilakukan, setiap kementerian yang ditugaskan untuk saling bersinergi dan tidak saling tumpang tindih. Serta wajib memberikan hasil laporan hasil kinerja yang sudah ditentukan sebagai bahan evaluasi. (AH)