ID ENG

Jokowi: Bangsa Yang Siap Bersaing Global Harus Meninggalkan Pola Lama

Tanggal Publish: 15/07/2019, Oleh: DPP FSB Garteks

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan fenomena global yang terjadi hari ini sering jauh dari prediksi. Oleh sebab itulah, pemerintah harus mencari gagasan dan inovasi untuk menjawab tantangan jaman. Dia juga menekankan menghadapi fenomena global, maka harus meninggalkan cara-cara lama, pola lama, baik dalam mengelola organisasi dan pemerintahan.

“Yang sudah tidak efektif, kita buat menjadi efektif! Yang sudah tidak efisien, kita buat menjadi efisien,” terangnya, saat memberikan kata sambutan di Sentul Bogor, dengan tema Visi Indonesia, Minggu 14 Juli 2019.

Jokowi juga menyampaikan untuk menuju sebuah negara yang produktif dan daya saing menghadapi perubahan maka dibutuhkan agenda secara bertahap. Diantaranya melakukan pembangunan infrastruktur jalan tol, kereta api, pelabuhan dan bandara. Dimana tujuannya nanti akan bisa menghidupkan roda perekonomian negara.

Pembangunan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi hal yang prioritas dalam bentuk program pendidikan. Bagi Jokowi, pendidikan formal tak cukup membekali kualitas SDM ditengah persaingan global menghadapi  persaingan kerja dengan negara lain.

Oleh sebab itulah, dia menekankan program vokasi (pelatihan) kerja yang sedang gencar dilakukan saat ini bisa meningkatkan SDM generasi muda. Sebab program vokasi yang dilakukan mampu memfasilitasi serta mengembangkan bakat  generasi muda agar nantinya bisa bersaing secara global.

Dalam rangka membuka lapangan pekerjaan, mantan Walikota Solo ini juga menegaskan agar masyarakat jangan ada yang alergi terhadap kehadiran investor luar. Bagi jokowi, dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka sebesar-besarnya. Oleh sebab itu siapa yang menghambat investasi, semuanya harus dipangkas, baik perizinan yang lambat, berbelit-belit, aalagi yang berbau praktik pungutan liar (pungli).

“Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek dan saya hajar kalau diperlukan. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Dalam pidatonya, dia juga akan segera melakukan reformasi birokrasi dan struktural agar lembaga negara semakin sederhana simple serta lincah. Sehingga nantinya tak ada lagi pola pikir lama, kerja linier dan kerja monoton serta kerja di zona nyaman.

“Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, menuntut kita harus cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Maka kita harus terus membangun Indonesia yang adaptif, produktif, inovatif dan kompetitif,” jelasnya.

Intinya dengan jumlah penduduk 267 juta jiwa yang mayoritas usia produktif, dia mengajak masyarakat Indonesia harus optimis menatap masa depan. Berani menghadapi tantangan kompetisi global untuk menjadi salah satu negara terkuat di dunia. (AH)