ID ENG

Jabatan Gubernur Banten Akan Berakhir, Ketua DPC FSB GARTEKS KSBSI Serang: Beliau Meninggalkan Kenangan Buruk

Tanggal Publish: 11/05/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Wahidin Halim-Andika Hazrumy, Gubernur dan Wakil Banten resmi menyampaikan ucapan perpisahan kepada masyarakatnya. Pasalnya, kedua pemimpin tersebut jabatannya akan berakhir pada 12 Mei 2022. “Saya minta maaf dan menyadari belum maksimal bekerja dan memenuhi semua harapan harapan rakyat Banten," kata Wahidin saat meresmikan Banten International Stadium (BIS), Senin kemarin (9/5/2022).

Walau kurang maksimal, Wahidin menyampaikan prestasinya selama lima tahun memimpin Banten. Diantaranya membangun dua Rumah Sakit di Banten Selatan yaitu di Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak dan Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Bersama wakilnya ia juga sukses membangun jalan sepanjang 872 kilometer dengan kondisi baik dan pembangunan jembatan Ciberang dan Aria Wangsakara yang menjadi ikon baru di Provinsi Banten.

Faizal Rakhman Ketua Dewan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPC FSB GARTEKS KSBSI) menyampaikan terlepas memiliki kekurangan dan kelebihan, dia berterima kasih atas kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Karena tahun ini kepemimpinan mereka akan berakhir.

“Sebenarnya saat Wahidin Halim dan Andika Hazrumy maju kampanye Pilkada 2016, mereka menggandeng kawan-kawan aktivis serikat buruh,” ucap Faizal saat diwawancarai melalui seluler, Rabu, 11 Mei 2022.

Namun setelah dua pasangan ini menang lalu dilantik menjadi orang nomor satu dan dua pemimpin Banten, mereka terkesan lupa pada buruh. Sebab, hampir 5 tahun kedua pemimpin ini justru kebijakannya dalam ketenagakerjaan banyak tidak memihak  buruh. Seperti dalam membuat keputusan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

“Sehingga puncaknya terjadi insiden heboh saat pendudukan Kantor Gubernur Banten pada Desember 2021 yang dilakukan buruh. Karena buruh sudah terlalu kecewa terhadap Wahidin yang membuat kebijakan upah murah tahun 2022,” tegasnya.

Faizal menilai selama Wahidin Alim menjabat Gubernur Banten dia terkesan tidak bersahabat dengan buruh. Padahal, aktivis buruh selama ini sudah berinisiatif untuk membangun dialog untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis antara pemerintah, pengusaha dan serikat buruh.

“Tapi faktanya beliau terkesan selalu menolak kalau saya dan kawan-kawan aktivis serikat buruh di Banten saat diajak berdialog,” ungkapnya.

Faizal menilai menjelang berakhirnya kepemimpinan Wahidin, beliau meninggalkan kenangan buruk, khususnya pada buruh. Namun buruh tidak menjadikan masalah ini trauma politik. Tapi tetap melakukan evaluasi dan pembelajaran politik. Sebab tidak ada teman maupun musuh abadi dalam politik.

“Walau kecewa, tapi tidak trauma. Justru beberapa waktu lalu kami terlibat mendukung salah satu calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Serang. Namun sayang, belum waktunya kami menang,” ujarnya.

Kata Faizal, untuk kriteria Gubernur dan Wakil Gubernur Banten kedepannya, aktivis buruh akan lebih menyeleksi lebih ketat dan memihak kepentingan buruh. Calon pemimpin tersebut nantinya juga tidak berwatak elitis. Tapi harus merakyat, berani menjumpai dan mendengarkan asipirasi buruh.

“Saat ini kami sedang proses mencari tokoh pemimpin Banten yang jujur. Namun pada Pilkada Banten kedepannya DPC FSB GARTEKS bersama federasi yang berafiliasi KSBSI di Banten pasti ikut mendukung pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Dan intinya harus ada kontrak politik,” tegasnya.       

Selain itu, Faizal menerangkan pada saat Ratu Atut Choisiyah memimpin Gubernur Banten sangat memperhatikan buruh. Ikut memperjuangkan upah menjadi lebih layak. Serta mau berdialog dan setiap ada kegiatan serikat buruh, dia selalu berusaha hadir.

Bahkan saat perayaan May Day setiap tanggal 1 May, Ratu Atut Choisiyah mau turun langsung menjumpai dan mengucapkan selamat hari buruh internasional. Sayangnya beliau terjerat kasus hukum, tapi kami menilai kepemimpinan dirinya memberikan kenangan baik terhadap buruh.

“Nah kalau Gubernur Banten sekarang ini, justru kami tidak pernah melihat dia hadir ditengah-tengah buruh. Termasuk setiap perayaan May Day,” ucapnya.

Dalam urusan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan buruh, Faizal menyampaikan lebih maju dibanding daerah lainnya. Apalagi di Kabupaten Serang adalah salah satu wilayah industri. Namun tingkat kesejahteraan buruhnya masih banyak yang belum diperhatikan. Termasuk lapangan kerja dan tingkat pengangguran masih tinggi.

Ia berharap pemimpin Banten kedepannya adalah sosok humanis dan dekat kepada masyarakat. Mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), mementingkan hak buruh dan membuka lapangan kerja. Termasuk meningkatkan potensi pariwisata agar lapangan kerja terbuka.

“Siapa pun pemimpin Banten kedepannya akan tetap kami dukung, selama jujur dan tunduk pada aturan hukum,” tandasnya. (AH)