ID ENG

Ini Strategi Pengembangan FSB GARTEKS KSBSI Sumatera Utara Pada 2021

Tanggal Publish: 20/01/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Walau pandemi Covid-19 masih meneror Indonesia, namun bagi aktivis serikat buruh, hal itu bukan menyurutkan militansinya. Dimasa pandemi ini, Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB GARTEKS-KSBSI) Sumatera Utara (Sumut) tetap memperjuangkan hak buruh dan tetap mengikuti protokol kesehatan (Prokes).

Paraduan Pakpahan Ketua DPC FSB GARTEKS KSBSI Kota Medan Sumut mengatakan serikat buruh yang dipimpinnya saat ini terus melakukan penguatan organisasi. Menurutnya, keberhasilan membesarkan serikat buruh tak hanya merekrut anggota saja.

“Tapi disiplin organisasi harus diterapkan. Kemudian rutin melakukan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kwalitas Sumber Daya Manusia (SDM), bagi pengurus dan anggota,” ujarnya, saat diwawancarai, Rabu (20/1/21).

Lanjutnya, tahun ini Paraduan ingin memfokuskan pendidikan dalam meningkatkan kemampuan komunikasi. Sebab, kalau pengurus cabang dan komisariat memiliki komunikasi yang baik, sangat bermanfaat menjelaskan kepada buruh tentang manfaat mereka bergabung ke FSB GARTEKS KSBSI.

“Termasuk mensosialisasikan visi dan misi FSB GARTEKS KSBSI Sumut kepada birokrasi pemerintah dan pengusaha, supaya mereka nanti bisa mengerti dan stigma buruk serikat buruh bisa hilang,” ungkapnya.

Contohnya, setelah dia menerapkan pola komunikasi yang baik, pihak pengusaha sudah tidak curiga lagi kepadanya waktu mengunjungi anggotanya di perusahaan. Bahkan si pengusaha menyambut baik untuk berdialog. Intinya, Paraduan menerangkan pola gerakan serikat buruh di era industri 4.0 ini sebaiknya harus mengedepankan sosial dialog.

“Jadi kalau ada perselisihan industrial dengan pengusaha, tidak usah lagi harus langsung menyerang dan aksi demo. Namun ada baiknya si pengusaha diajak dulu berdiskusi untuk meluruskan persoalan yang terjadi,” jelasnya.      

Saat FSB GARTEKS KSBSI mengadakan pelatihan pun rutin mengundang Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) BPJS Ketenagakerjaan, pengusaha dan Gubernur Sumut, untuk memberikan kata sambutan serta materi pelatihan. Hal ini dilakukan supaya tali silaturahim tetap terjalin. Serta membangun paradigma baru, bahwa serikat buruh itu bukan momok yang menakutkan.

Sampai akhir 2020, Paraduan menyampaikan jumlah anggotanya bertambah. Namun tidak terlalu signifikan, akibat imbas pademi Covid-19. Tapi dia optimis pada 2021 ini jumlah anggotanya bertambah banyak, karena pemerintah sedang memperiortitaskan program pemulihan ekonomi.

Intinya, untuk agenda advokasi dan mengorganisir buruh dimasa pandemi, dia lebih mengedepankan sosial dialog. Terakhir dia berharap agar DPP FSB GARTEKS KSBSI tahun ini ikut memberikan dukungan, dalam program pendidikan dan pelatihan. (AH)