ID ENG

Ini Langkah Gerakan Trisnur Priyanto Dalam Mengembangkan FSB GARTEKS KSBSI di Tahun 2022

Tanggal Publish: 10/01/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Trisnur Priyanto Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Garmen Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (Sekjen DPP FSB GARTEKS-KSBSI) mengatakan tahun ini akan banyak mengerjakan program pendidikan kader. Tujuannya dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) kepada pengurus maupun anggota.

“Serikat buruh tanpa SDM yang mumpuni, pasti tidak produktif menjalankan roda organisasi. Jadi, sudah menjadi kewajiban DPP FSB GARTEKS KSBSI memberikan pendidikan, agar regenerasi kepemimpinan terus berjalan,” kata Trisnur, saat diwawancarai melalui seluler, Senin (10/1/2022).

Dia mengakui, 2 tahun pandemi Covid-19, ikut berdampak pada FSB GARTEKS KSBSI. Diantaranya, program pendidikan untuk tingkat Dewan Pengurus Cabang (DPC), Pengurus Komisariat (PK) dan anggota kurang efektif. Hal ini disebabkan, karena pemerintah menerapkan Protokol Kesehatan dan pembatasan aktivitas masyarakat dalam mencegah pencebaran virus Corona.

“Semoga tahun 2022 ini, pandemi Covid-19 bisa menurun dan berakhir. Supaya agenda program pendidikan kader yang sudah dimatangkan bisa terealisasi,” ucapnya.

Akibat sempat meningkatnya gelombang Covid-19, memang banyak terjadi kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menimpa pengurus dan anggotanya meningkat tajam. Dan sebagian lagi terpaksa dirumahkan perusahaan dan diberlakukan pemotongan upah.

“Berdasarkan data pada 2017 sampai akhir tahun 2021, jumlah anggota FSB GARTEKS KSBSI mencapai 60 ribu buruh dari semua cabang dari 50 perusahaan. Atau rata-rata setiap tahun ada 10 perusahaan yang bergabung. Namun akibat pandemi Covid-19, ada sekitar 34 ribu anggota kehilangan pekerjaan,” ungkap Trisnur.

Tentunya, saat jumlah anggota FSB GARTEKS KSBSI mengalami penyusutan, masalah ini menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab. Karena itulah, dia akan memperkuat tim organiser, baik dari tingkat DPC sampai PK. Sebab, kunci untuk memperkuat basis massa, tim organisernya harus bekerja maksimal dan menguasai lapangan.

“DPP FSB GARTEKS KSBSI pasti ikut turun gunung. Dengan melakukan pertemuan tim organiser lintas pengurus cabang untuk memotivasi mereka, bahwa pekerjaan berat ini bisa kita lakukan dalam membesarkan organisasi di tiap cabang,” jelasnya.

Sebenarnya SDM FSB GARTEKS KSBSI untuk tim organiser sudah memiliki kader-kader yang militan dalam merekrut. Mereka juga sudah paham dengan kondisi lapangan dan perusahaan. Namun, karena situasi masih terjadi pandemi, segala aktivitas mereka sering terkendala.

“Jadi kalau urusan menyiapkan SDM tim organiser tidak terlalu susah. Mereka juga sudah memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan pernah dibekali pelatihan strategi mengorganisir buruh. Tinggal membangun kekuatan emosional dan aksinya saja harus dilakukan,” pungkasnya.

Kemampuan Sosial Dialog

Walau pandemi membawa dilema, tapi dia merasa bangga. Pasalnya, kwalitas SDM pengurus dan anggotanya mampu menjawab tantangan, termasuk kemampuan komunikasinya meningkat. Tahun ini, Trisnur menyampaikan DPP FSB GARTEKS KSBSI juga bakal fokus dalam peningkatan kepemimpinan buruh perempuan. Dengan melibatkan mereka dalam pengkaderan serta diskusi gerakan serikat buruh.

“Saya punya keinginan tahun ini, rasa percaya diri buruh perempuan FSB GARTEKS KSBSI bisa meningkat dalam hal kepemimpinan dan kemampuan berkomunikasi. Setidak-tidaknya nanti mereka sudah berani mengambil peran sebagai sekretaris PK di tingkat perusahaan,” ujarnya.

Waktu ditanya, berapa jumlah anggota buruh yang ditargetkan tahun ini bergabung dengan FSB GARTEKS KSBSI? Dia menargetkan buruh dari 20 perusahaan dari seluruh wilayah cabang untuk bisa bergabung. Sebab, karena dalam 5 tahun terakhir ini ada 43 perusahaan dari anggota FSB GARTEKS KSBSI yang tutup. Sehingga berimbas pada penurunan jumlah anggota.

“Sebenarnya dimasa pandemi FSB GARTEKS KSBSI berhasil merekrut anggota. Ada 8 perusahaan, dimana buruhnya yang sudah sah bergabung. Termasuk dari 17 cabang yang sudah terbentuk, tahun ini kami akan menambah lagi, salah satunya di Kabupaten Karawang Jawa Barat ,” jelasnya.

Kemudian, masalah evaluasi pendataan jumlah anggota dia juga akan membenahinya tahun ini. Karena salah satu posisi tawar serikat buruh, bisa diperhitungkan pemerintah dan pengusaha itu pada jumlah anggota yang berbasiskan data. “Semoga program pendataan organisasi bisa maksimal dijalankan,” ucapnya.

Tahun ini FSB GARTEKS KSBSI juga ingin meningkatkan kwalitas  agenda sosial dialognya dengan perwakilan pemerintah dan pengusaha secara independen. Apalagi, dimasa pandemi ini, persoalan hubungan industrial semakin meningkat. Jadi, FSB GARTEKS KSBSI harus bisa membangun dialog serta solusi dalam bentuk gagasan. Sehingga nantinya semakin diperhitungkan ditingkat nasional.

“Agenda sosial dialog selama ini sebenarnya telah berjalan baik. Cuma ada beberapa cabang yang belum bisa menguasainya saat membangun relasi ke pemerintah dan pengusaha dalam rangka mengembangkan organisasi,” ucapnya.

Pada 2021, FSB GARTEKS KSBSI lebih banyak menyelesaikan kasus PHK Sepihak dan pemberangusan serikat yang dialami pengurus dan anggotanya dari tingkat cabang dan komisariat. Karena itulah, dia berusaha tahun ini meminimalisir masalah perselisihan hubungan industrial ini dengan cara mediasi dengan perusahaan.

Tapi kalau perusahaan tidak mau menyelesaikannya dengan cara sosial dialog, Trisnur mengatakan FSB GARTEKS KSBSI tetap akan melakukan aksi demo dan langkah hukum. Sebab, tolok ukur pemimpin serikat buruh itu harus hadir membela anggotanya saat  mereka menghadapi masalah di lingkungan kerjanya. (AH)