ID ENG

Imbas Corona, Ribuan Buruh di Kabupaten Semarang Dirumahkan dan PHK.

Tanggal Publish: 10/04/2020, Oleh: DPP FSB Garteks

Djarot Supriyoto Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Semarang jawa Tengah menyampaikan akibat pendemi virus Corona atau Covid-19, sangat berdampak pada buruh/pekerja di perusahaan. Berdasarkan data diwilayahnya, tercatat 7.613 buruh sekarang ini status dirumahkan. Kemudian ada 342 orang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sudah ada 33 perusahaan yang melapor ke Disnakertrans Kabupaten Semarang. Sementara 8 perusahaan sudah merumahkan buruh dan 2 lagi melakukan PHK,” ucapnya pada Kamis (9/4).

Perusahaan yang merumahkan dan melakukan PHK ini, kata Djarot sudah melalui proses Bipartit antara pengusaha dan perwakilan serikat buruh/pekerja. Perusahaan yang melakukan PHK adalah PT Panorama Indah Permai sebanyak 24 pekerja dan PT Green Fashion sebanyak 5 pekerja.

Lalu PT Samyung Jaya Garment membuat kebijakan dengan merumahkan 4.888 buruhnya dan melakukan PHK terhadap 67 pekerja. PT MOD Indo merumahkan 849 buruh dan melakukan PHK terhadap 246 pekerja. Kemudian PT Pertiwi Indo Mas, PT Sahabat Unggul International, PT Sin An Indonesia, PT Bukit Mayak Sari, The Wujil Resort and Convention, dan Hotel C3 Ungaran.

“Jadi buruh yang dirumahkan mencapai 7.613 orang. Nah yang terkena PHK sebanyak 342 orang. Jadi total yang dirumahkan dan di PHK di mencapai PHK 7.955 orang,” terangnya.

Selain itu dia menjelaskan sebelum melakukan kebijakan merumahkan dan PHK, buruh memang  ditawarkan oleh perusahaan dengan alasan pendemi Covid-19. “Akhirnya tawaran ini ada yang memilih untuk PHK dengan mendapatkan pesangon sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya. (berbagai sumber)