ID ENG

ILO: Perempuan Berperan Besar Memajukan Perusahaan

Tanggal Publish: 30/05/2019, Oleh: DPP FSB Garteks

Organisasi perburuhan atau International Labour Organization (ILO) menyampaikan kehadiran kepemimimpinan perempuan di dunia kerja sangat berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan. Hal ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan ILO tentang Perempuan dalam Bisnis dan Manajemen. Hasilnya, dari 13.000 perusahaan di 70 negara, menunjukan  57 persen responden setuju, perempuan mampu mendongkrak keuntungan bisnis.

Kemudian, hampir tiga perempat dari perusahaan terdapat perempuan yang mampu meningkatkan laba keuntungan antara 5 dan 20 persen, dengan mayoritas peningkatan antara 10 dan 15 persen. Selain itu, hampir 57 persen hasil survei mengatakan perusahaan lebih memilih kepemimpinan perempuan terlibat mengendalikan bisnis. Serta 54 persen perempuan dinilai membawa inovasi untuk meningkatkan reputasi perusahaan.

Deborah France-Massin, Direktur Biro ILO untuk Kegiatan Pengusaha, menjelaskan hasil data survey yang dilakukan menunjukan kedepannya perusahaan lebih memilih perempuan dalam menjalankan bisnis. Karena survey ini diambil dari 186 negara sejak tahun 1991 sampai 2017.

“Kami berharap semakin pesatnya bakat kepemimpinan perempuan dalam dunia kerja, pihak perusahaan harus segera membangun peran keseimbangan perempuan. Sehingga nantinya tak ada lagi tanggapan bahwa perempuan itu lemah dalam sumber daya manusia (SDM), ” ujarnya.

Sebenarnya ILO sudah lama merekomendasikan tentang hak kepemimpinan perempuan dalam perusahaan. Rekomendasi perbandingannya antara  40-60 persen. Hal itu dikarenakan tahun ini saja peran perempuan diseluruh dunia telah mencapai 30 persen, sebagai pemimpin senior.

“Sayangnya sampai hari ini hampir 60 persen belum meyakini perempuan memeiliki talenta untuk membesarkan perusahaan,” ungkapnya.

Memang ada beberapa faktor yang menyebabkan perusahaan masih ragu mendorong perempuan lebih berperan dalam pengambilan keputusan. Diantaranya, selain perempuan bekerja, mereka juga memiliki tanggung jawab rumah tangga, sehingga konsentrasi bisa terpecah dan belum lagi urusan cuti kehamilan.

Di era perkembangan global, Deborah meyakinan perempuan memiliki berbagai talenta yang hebat. Dia yakin, bagi perusahaan pintar yang ingin sukses ditengah persaingan global, mereka akan melibatkan perempuan memajukan daya saing bisnisnya. (AH)