ID ENG

Hasil Anjuran Disnaker DKI Jakarta, PT. Tainan Enterprises Indonesia Harus Mempekerjakan Kembali 3 Orang aktivis Buruh FSB GARTEKS KSBSI DKI Jakarta

Tanggal Publish: 05/01/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Masalah penyelesaian kasus pemberangusan serikat buruh (union busting) dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang dialami Pengurus Komisariat (PK) Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (PK FSB GARTEKS KSBSI) di PT. Tainan Enterprises Indonesia semakin membawa hasil. Hasil anjuran mediator dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Provinsi DKI Jakarta pada Desember 2021 lalu memihak pada buruh.

Yumana Sagala Ketua DPC FSB GARTEKS KSBSI DKI Jakarta mengatakan dirinya menyambut baik hasil putusan tersebut. Anjuran yang dikeluarkan mediator Disnaker DKI Jakarta menyatakan 3 orang pengurusnya yang di PHK karena mendirikan PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Tainan Enterprises Indonesia, harus bekerja kembali.

“Mediator juga merekomendasikan anjuran agar perusahaan membayar gaji 3 orang pengurus kami selama mereka di PHK,” ucap Yumana, saat diwawancarai melalui seluler, Rabu (5/1/2022).

Dia juga menegaskan setelah terrbitnya anjuran tersebut, perusahan harus bersikap legowo untuk menerima. Sebab, sebelumnya dalam proses mediasi yang difasilitasi oleh Dewan Pengawasan Disnaker DKI Jakarta telah ada kesepakatan perjanjian tertulis. Bahwa, kedua belah pihak harus menghormati dan sama-sama menerima keputusan yang ditetapkan.

“Tapi setelah anjuran tersebut keluar dan kawan-kawan PK FSB GARTEKS KSBSI di PT. Tainan Enterprises Indonesia juga sudah memberitahukannya ke perusahaan, tapi sampai hari ini kami belum mendapat kabar dari mereka,” ungkapnya.

Artinya, Yumana berharap manajemen PT. Tainan Enterprises Indonesia, segera merespon hasil putusan mediator terakhir dari Disnaker DKI Jakarta. Nah, seandainya nanti pihak perusahan tidak mau menerima anjuran, maka DPC FSB GARTEKS KSBSI DKI Jakarta akan mengambil langkah selanjutnya.

“Kalau pihak PT. Tainan Enterprises Indonesia melakukan banding melalui jalur Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) pasti akan kami ladeni tantangan mereka,” tegasnya.

Intinya, Yumana mengatakan pihaknya tetap berkomiten membela pengurus komisariatnya yang di PHK di perusahaan tersebut. Sebab, salah satu buktinya adalah dari 16 laporan disampaikan, pihak Pengawasan Ketenagakerjaan DKI Jakarta memutuskan perusahaan dinyatakan bersalah, terutama masalah kasus union busting. (AH)