ID ENG

Hak Buruh Diabaikan, FSB GARTEKS KSBSI Tangerang Raya Soalkan PT. Aggiomultimex International Group

Tanggal Publish: 11/02/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Dewan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri yang berafiliasi dengan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPC FSB GARTEKS-KSBSI) Tangerang Raya Provinsi Banten, menyikapi kritis PT. Aggiomultimex Internatiosional Group Abaikan Hak Buruh. Pasalnya, hak dan kesejahteraan buruh yang bekerja dinilai masih banyak diabaikan.

Tri Pamungkas Ketua DPC FSB GARTEKS KSBSI Tangerang Raya dalam keterangan tertulisnya, mengatakan perusahaan ini kategori standar Multinational National Corporate (MNC). Dan selama ini memproduksi alas kaki, diantaranya, Prada, Fischer Sport, Lacoste, Oakley.

“Tapi kami sangat menyesalkan, karena pihak perusahaan belum ada perhatian khusus untuk kesejahteraan buruhnya,” ucap Tri Pamungkas, Kamis (11/2/21).

Kata Tri, bahwa masih ada hak buruh yang tidak dijalankan perusahaan. Seperti kontrak kerja yang berkepanjangan, penerapan upah dibawah upah minimum, tidak dibayarkannya upah kerja lembur sesuai aturan, lalu tidak diberikan cuti tahunan.

“Kemudian masalah hak cuti melahirkan serta hak istirahat haid kepada buruh perempuan, kepesertaan keanggotaan BPJS tidak juga merata. Masalah ini akan menjadi fokus DPC FSB GARTEKS KSBSI Tangerang Raya dalam memperjuangkan hak-hak buruh di PT. Aggiomultimex International Group,” lugasnya.

Ia menerangkan kondisi ini telah berjalan bertahun-tahun dan hadirnya FSB Garteks KSBSI di PT. Aggiomultimex International Group yang berkedudukan di Jalan Aria Jaya Santika, 168 Desa Pasir Bolang RT 004, RW 002 Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang melalui DPC FSB GARTEKS KSBSI Tangerang Raya yang beralamat di Jalan Aria Jaya Santika, KM. 0.5 Ruko Perum Mustika No. 5, Desa Pasir Nangka Kecamatan Tigaraksa yang juga berafiliasi dengan Internasional ke Industri ALL telah melayangkan surat.

“Surat sudah kami kirim yang ditujukan langsung kepada  H. Al Hamidi, S.Sos.,M.Si Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Cq. Kepengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten. Perihal Mohon Pemeriksanaan, Penetapan dan Penjelasan Status Hubungan Kerja Hubungan Kerja serta Pengaduan Dugaan Tindak Pidana Kejahatan Ketenagakerjaan di PT. Aggiomultimex International Group dengan Nomor 009 / dpc / fsbgarteks / SBSI / Tng / I / 2021,” jelasnya.

Dia berharap, setelah nantinya terjadi pemeriksaan dari pihak terkait, ada kepastian hukum bagi buruh di PT. Aggiomultimex International Group. Termasuk anggotanya mendapat kepastian kerja, upah layak, dan jaminan sosial. Serta berjalannya prasyarat kerja sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,  juncto Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Terakhir, ia menyampaikan masih ada lagi poin yang siap diperjuangkan. Seperti soal selisih pembayaran upah dan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Intinya, upaya ini bukanlah yang terakhir. Kalau perusahaan tetap mengabaikan hak hak buruh, pihaknya siap melakukan gugatan perdata dan pelaporan dugaan tindak pidana ketenagakerjaan serta pemberangusan serikat buruh (union busting).

“Karena banyak anggota kami diarahkan untuk mundur dari keanggotaan serikat buruh di perusahaan. Hal ini menguatkan adanya indikasi kampanye anti serikat buruh GARTEKS KSBSI di PT. Aggiomultimex International Group. Dan tidak menutup kemungkinan kami juga akan mengkampanyekan kondisi kerja ke Brand sampai tingkat internasional,” tutupnya. (AH)