ID ENG

FSB GARTEKS KSBSI Sukses Menjadi Serikat Percontohan Agenda GBV

Tanggal Publish: 25/10/2019, Oleh: DPP FSB Garteks

DPP FSB GARTEKS KSBSI rutin melakukan pendidikan Gender Bassed Violence (GBV) kepada pengurus dan anggotanya. Dimana tujuan agenda pelatihan itu untuk mengkampanyekan dan advokasi perlindungan buruh bebas dari perlakuan diskriminasi dan kekerasan didalam perusahaan.

Salah satu tolok keberhasilan dari agenda GBV adalah PT Parkland World Indonesia atau PWI Satu dan Dua di Kabupaten Serang, Banten tahun ini telah berhasil menerapkan implementasi GBV ke dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Dengan kesuksesan tersebut, tentu saja FSB GARTEKS KSBSI menjadi pelopor serikat buruh yang tak hanya memperjuangkan hak upah dan kesejahteraan. Tapi juga ikut memperjuangkan buruh bebas dari perlakuan diskriminasi dan kekerasan dalam dunia kerja.

Ary Joko Sulistyo, Ketua Umum DPP FSB GARTEKS KSBSI  mengatakan dengan keberhasilan PT PWI Satu dan Dua menerapkan implementasi GBV dalam perjanjian PKB, hal ini menandakan pengkaderan pengurus dan anggota yang dipimpinnya sekarang ini telah mengalami kemajuan.

Jadi tak heran, melihat keberhasilan agenda implementasi GBV, serikat buruh CLC Kamboja dan CNV International pun akhirnya melakukan studi banding ke PT PWI Dua. Dimana tujuan kedatangan tersebut  untuk berdiskusi dengan pengurus komisariat FSB GARTEKS KSBSI di perusahaan itu pada Jumat, 25 Oktober 2019.  

“Kami sangat berterima kasih kepada CLC Kamboja yang mau berkunjung untuk studi banding mengenai keberhasilan perjuangan kawan-kawan PK FSB GARTEKS KSBSI Satu dan Dua masuk ke perjanjian PKB perusahaan,” terangnya.

Ia berharap semoga hasil materi studi banding yang telah diberikan FSB GARTEKS KSBSI terkait implementasi GBV, serikat buruh CLC nanti bisa memperjuangkannya di Kamboja. Tak lupa, Joko juga mengucapkan CNV International yang selama ini menjadi mitra telah merekomendasikan FSB GARTEKS KSBSI sebagai percontohan serikat buruh modern yang berhasil mempelopori agenda GBV didalam perusahaan.

Untuk kedepannya, Joko juga mendorong semua Pengurus Komisariat atau PK FSB GARTEKS KSBSI disetiap perusahaan agar bisa berjuang  implementasi GBV bisa masuk diperjanjian PKB tiap perusahaan. Sebab, aktivis buruh  tak hanya memperjuangkan hak upah dan kesejahteraan buruh saja. “FSB GARTEKS KSBSI juga harus bisa memperjuangkan hak buruh yang bebas dari perlakuan intimidasi kekerasan dalam dunia kerja diluar kesejahteraan mereka,” jelasnya. (AH)