ID ENG

FSB GARTEKS KSBSI Siap Gelar Kongres ke VI

Tanggal Publish: 09/03/2020, Oleh: DPP FSB Garteks

Federasi Garmen, Tekstil dan Sentra Industri Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia atau dikenal FSB GARTEKS KSBSI siap melaksanakan Kongres ke VI yang akan dilaksanakan pada 16-19 Maret 2020. Acara kongres akan digelar di Swis Belinn Hotel, Kabupaten Serang, Banten.

Ary Joko Sulistyo Ketua Umum DPP FSB GARTEKS KSBSI mengatakan agenda kongres yang diadakan tahun ini mengusung tema ‘Gerakan Perubahan Industri 4.0 Berbasis Komptensi dan Inovasi’. Ia memaparkan alasan mengangkat tema ini, karena buruh harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era globalisasi.

“Kalau FSB GARTEKS KSBSI tidak beradaptasi di era global sekarang ini maka bisa tenggelam ditelan zaman. Jadi satu-satunya untuk menjawab tantangan ini, buruh harus beradaptasi,” terangnya, ketika diwawancarai di Cipinang Muara, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Salah satu target pembahasan agenda kongres, Ary mengatakan serikat buruh yang dipimpinnya akan mengembangkan media berbasiskan teknologi digital. Tujuannya sebagai alat perjuangan advokasi, edukasi dan kampanye perjuangan kepada seluruh anggota.

“Tak bisa dihindari, media berbasiskan teknologi digital saat ini salah satu tujuan organisasi untuk mencapai tujuan selain prioritas membangun kekuatan basis massa ditiap perusahaan,” terangnya.

Ia juga menjelaskan agenda kongres nanti, FSB GARTEKS KSBSI akan fokus membahas peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dari tingkat pengurus cabang sampai komisariat perusahaan. Sebab, jika tak ada kualitas SDM, dipastikan posisi serikat buruh tidak memiliki nilai tawar dihadapan pemerintah, dan pengusaha dalam negoisasi dan pendampingan advokasi.

Kemudian, masa depan kemandirian organisasi termasuk dalam pembahasan inti kongres. Sebab, sebagian program pelatihan yang dilakukan FSB GARTEKS KSBSI masih ada bantuan dari serikat buruh luar negeri yang menjadi mitranya selama ini.

“Jadi kami sedang merancang dana kemandirian pelatihan kepada anggota dari dana sendiri. Agar suatu saat nanti ketika dana bantuan untuk pelatihan kepada anggota  dari serikat buruh luar negeri berakhir, FSB GARTEKS KSBSI bisa mandiri,” jelasnya.

Intinya, saat agenda kongres ke VI ini, Ary berharap FSB GARTEKS KSBSI harus bisa merumuskan dan melahirkan gagasan inovasi. Kalau serikat buruh tetap bersikukuh memakai pola gerakan lama, maka kalah saing dengan gerakan buruh lainnya.

“Termasuk format gerakan FSB GARTEKS KSBSI menjadi serikat buruh yang modern kedepannya harus mengutamakan sosial dialog. Dengan menciptakan hubungan industrial yang harmonis agar terciptanya keadilan di dunia usaha,” pungkasnya.

Ary juga bersyukur, selama dia dipercaya ketua umum,  peningkatan anggota dan jumlah cabang terus bertambah dari tingkat provinsi dan kabupaten/kota sampai akhir 2019. Dia tak membantah jika FSB GARTEKS KSBSI memang sedang fokus mengembangkan cabang di Pulau Jawa.

“Sebab Pulau Jawa memang pusat sektor industri padat karya. Jadi potensi ini harus digarap untuk dijadikan basis kekuatan buruh dalam pendampingan advokasi dan pemberdayaan,” ucapnya.

Mengingat potensi pekerja sektor padat karya diperkirakan ada 3 juta orang, FSB GARTEKS KSBSI harus menerapkan pola jemput bola dalam merekrut basis buruh. Namun diluar sektor garmen dan tekstil, Ary mengatakan tetap merekrut buruh sektor industri umum. Termasuk merekrut anggota diluar Pulau Jawa untuk memperkuat basis serikat buruh.

Dia mengatakan selama memimpin FSB GARTEKS KSBSI telah banyak keberhasilan yang telah dicapai namu ada juga kegagalan. Nah, kegagalan ini tentu saja akan dijadikan evaluasi bersama dalam kongres nanti  untuk kemajuan organisasi.

“Intinya saya berharap FSB GARTEKS KSBSI menjadi organisasi lebih mandiri. Mampu melahirkan perempuan tampil menjadi pemimpin serikat buruh. Serta mempunyai ambisi untuk meningkatkan kualitas SDM pengurus dan anggota,” tutupnya. (AH)