ID ENG

FSB GARTEKS KSBSI Sambut Baik Rencana Kunjungan Menaker ke Sumut

Tanggal Publish: 20/01/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Paraduan Pakpahan Ketua DPC FSB GARTEKS Kota Medan Sumatera Utara (Sumut) mengatakan pada 2021 ini akan terus mengembangkan organisasinya sampai ke tingkat kabupaten/kota. Salah satunya, ia menyampaikan Kabupaten Samosir menjadi target. Pasalnya, pemerintah pusat telah menargetkan daerah tersebut kedepannya menjadi wilayah destinasi wisata nasional dan internasional.

“Kalau nanti Pulau Samosir sudah menjadi daerah destinasi wisata, tentunya lapangan kerja bakal terbuka lebar. Makanya, saya sudah menargetkan organisasinya harus hadir disana, sebagai wadah perjuangan buruh,” ujarnya, saat diwawancarai, Rabu (20/1/21).

Sebelumnya, Paraduan mengatakan dirinya sudah bertemu dengan Vandiko Gultom Bupati Samosir yang baru terpilih  pada Pilkada 2020. Dalam pertemuan itu, dia memaparkan visi dan misi perjuangan FSB GARTEKS KSBSI dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh. Termasuk rencana kolaborasi untuk meningkatkan sektor usaha masyarakat kecil.

“Setelah saya sampaikan, beliau sangat mendukung kalau serikat buruh kami bisa hadir di Samosir dan dia berjanji ikut memfasilitasinya dengan pengusaha, agar bisa duduk bersama membesarkan FSB GARTEKS KSBSI,” ucapnya.

Bahkan, beberapa waktu lalu waktu dirinya ke Ibukota Jakarta dan beraudiensi dengan Ida Fauziyah Menteri Tenaga Kerja (Menaker). Rencananya, dalam waktu dekat ini beliau akan kunjungan kerja ke beberapa daerah di Sumut. Nah, dalam audiensi itu pun, Paraduan mempromosikan keindahan  Danau Toba dan Pulau Samosir dan menawarkan Menaker bisa singgah untuk berwisata.  

 “Puji Tuhan, kabar terakhir saya terima dari staf ibu Ida Fauziyah menyampaikan setuju dengan tawaran saya. Dan berniat mengunjungi Pulau Samosir untuk makan siang bersama bupati yang terpilih,” terangnya.

Setelah dari di Pulau Samosir, Ida Fauziyah akan mengunjungi Kota Medan dan Paraduan pun berencana akan memfasilitasi agenda sosial dialog dengan perwakilan buruh, pengusaha dan Menaker. Supaya kedepannnya hubungan pemerintah, pengusaha dan pengusaha semakin harmonis, sekaligus melakukan agenda perekrutan anggota baru.

“Saya yakin kalau sosial dialog terus dijalankan, pengusaha tidak akan takut lagi melihat serikat buruh. Karena, serikat buruh itu sebenarnya tidak hanya jago demo saja, namun juga memiliki ketrampilan lobi dan  mampu menyelesaikan perselisihan industrial melalui jalan dialog,” tutupnya. (AH)