ID EN

FSB Garteks KSBSI Kembangkan Pola Baru Teknik Perundingan PKB

Tanggal Publish: 27/09/2018, Oleh: DPP FSB Garteks

Salah satu tolok ukur keberhasilan organisasi serikat buruh dalam pengkaderannya adalah bagaimana menciptakan regenerasi kepemimpinan yang berkualitas dalam menjalankan roda organisasi. FSB Garteks KSBSI, merupakan salah federasi yang aktif dalam memberikan program pendidikan dan pelatihan kepada pengurus dan anggotanya.


Salah satunya, tanggal 24-25 September 2018 kemarin, di Hotel Griya Astoeti, Cisarua, Puncak, Jawa Barat, DPP FSB Garteks, kembali mengumpulkan perwakilan pengurus tingkat cabang dan pengurus komisariat perusahaan untuk diberikan pelatihan. Adapun pelatihan selam dua hari itu seperti pendidikan, pada hari pertama “Training On Gender Based Violence” dan hari keduanya metode pelatihan teknik perundingan cara membuat perjanjian kerja bersama (PKB) dengan pihak perusahaan.


Trisnur Triyanto, Sekjen DPP FSB Garteks KSBSI, mengatakan program pelatihan memang rutin diberikan kepada perwakilan pengurus tingkat cabang dan pengurus tingkat komisariat perusahaan. Bagi Trisnur, memberikan pelatihan kepada pengurus tingkat cabang dan komisariat perusahaan, merupakan salah satu tanggung jawab DPP Garteks KSBSI.


“Kalau tidak ada pembekalan pelatihan organisasi dan pemahaman hak-hak buruh, maka regenerasi kepemimpinan nantinya akan putus ditengah jalan. Organisasi juga akan jalan ditempat. Tujuan program pelatihan memang untuk membekali mereka supaya nantinya bisa mencari solusi ketika ada masalah ketenagakerjaan disetiap wilayah masing-masing,” ujarnya.


Waktu ditanya, apakah ada terobosan terbaru dalam teknik membuat perundingan PKB dalam pelatihan yang digelar, dia menjawab untuk pelatihan tahun ini ada terbosan baru. Karena materi yang akan disampaikan dalam pelatihan teknik perundingan PKB, sebuah pola metode baru dari standar ILO. Dengan teknik pembuatan PKB yang lebih berkualitas dari produk undang-undang yang sudah ada.


Dari berbagai macam pelatihan teknik pembuatan PKB selama ini sebenarnya sudah banyak perkembangan waktu diterapkan oleh pengurusnya di perusahaan. Tapi dengan seiring perkembangan jaman, metode teknik pembuatan PKB memang harus bisa beradaptasi. Salah satunya, metode pelatihan yang akan disampaikan teknik mengembangkan komunikasi dan loby kepentingan dengan pihak perusahaan melalui jalan tengah. Jadi, solusi kesepakatan perundingan PKB dengan pihak pengusaha, tidak ada yang saling dirugikan, tapi saling menguntungkan, ketika mennggunakan metode jalan tengah.


FSB Garteks memang sudah merubah paradigma gerakannya menjadi gerakan dialog sosial. Trisnur menjelaskan, gerakan aksi massa memang masing dipertahankan. Namun sekarang ini lebih mengutamakan jalan dialog dengan pengusaha dan pemerintah ketika terjadi perselisihan ketenagakerjaan. Lanjutnya, ketika penyelesaian dialog sosial tidak ada titik temu, maka upaya yang dilakukan melalui jalur hukum.


“Kalau jalur upaya hukum juga tidak ada titik temu, apa boleh buat, maka satu-satunya yang harus dilakukan adalah aksi demo yang menurunkan massa seluruh FSB Garteks KSBSI, dengan menekan pemerintah dan pengusaha,” terangnya.
Peserta pelatihan diikuti enam perwakilan tingkat cabang dan pengurus komisariat perusahaan. Seperti dari Kabupaten/kota Tangerang, Subang, Bandung, Majalengka. Berdasarkan pantauan, peserta terlihat antusias mengikuti agenda pelatihan tersebut. (AH)