ID ENG

FSB GARTEKS Kota Medan Sukses Kerja Sama Dengan STIH Graha Kirana Untuk Program Kuliah

Tanggal Publish: 28/04/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Dewan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri yang berafiliasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPC FSB GARTEKS-KSBSI) Kota Medan pada Selasa (27/4/21) berhasil membuat terobosan baru. Karena sukses melakukan kerja sama pendidikan dengan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Graha Kirana Yayasan Prof DR Mariam Darus. Dan tujuannya untuk meningkatkan kwalitas Sumber Daya Manusia (SDM) aktivis serikat buruh.  

Paraduan Pakpahan Ketua Cabang DPC FSB GARTEKS Kota Medan membenarkan bahwa program kerja sama pendidikan ini memang untuk meningkatkan kwalitas pendidikan pengurus dan anggotanya. Sebab, seorang kader serikat buruh ditengah era industri 4.0 dituntut harus cerdas serta bisa memberikan solusi.

“Kerja sama pendidikan ini juga sangat meringankan biaya bagi pengurus dan anggota kami bagi yang ingin kuliah,” ucapnya, saat diwawancarai melalui seluler, Rabu (28/4/21).

Sekadar tahu, Paraduan Pakpahan seperti Usaha Tarigan kader KSBSI yang saat ini menjabat Hakim Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) Sumatera Utara serta Mindo Saragih adalah alumni kampus tersebut. Untuk gelombang pertama tahun ini, ada 4 orang kader FSB GARTEKS Kota Medan sudah siap kuliah mengambil jurusan ilmu hukum.

“Saya optimis untuk kedepannya, akan semakin banyak pengurus dan anggota yang kuliah,” jelasnya.

Ia juga menerangkan bahwa bagi pengurus dan anggotanya yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan di kampus ini mendapat akses kemudahan. Diantaranya biaya diskon uang kuliah yang terbilang murah, tapi kwalitas pendidikan tetap bermutu.

“Pengurus dan anggota juga sangat mengapresiasi terobosan terbaru kerja sama pendidikan ini,” ungkapnya.

Dia berharap, semakin banyak kader-kader DPC FSB GARTEKS Kota Medan yang kuliah, nantinya bisa bertambah wawasan, terutama dalam  bidang hukum. Paraduan berharap, gerakan serikat buruh yang dipimpinnya tak hanya mengandalkan kekuatan aksi massa. Tapi juga menginginkan bisa mempunyai kemampuan intelektual dalam menyelesaikan perselisihan industrial.

“Saya berharap untuk kedepannya pengurus saat menyelesaikan persoalan dengan perusahaan tidak lagi di pengadilan, tapi ditingkat Bipartit saja,” pungkasnya.

Intinya, Paraduan menjelaskan bahwa program pendidikan ini memang untuk mempersiapkan regenenerasi kepemimpinan di DPC FSB GARTEKS Kota Medan. Sebab, organisasi tanpa SDM yang unggul, organisasi tidak akan mampu membuat terobosan baru dan menjawab tantangan zaman.

Acara perjanjian kerja sama pendidikan ini sangat didukung Dekan fakultas Hukum Graha Kirana Yayasan Prof DR Mariam Darus, Rasidin (Kacab BPJS ketenagakerjaan kota Medan ), Tengku Haris Sabri Sinar (Kacab BPJS ketenagakerjaan Medan Utara) DR (C) Kompol Parulian Samosir SH MH (Kasubdit Fismondev Krimsus Polda Sumut ), GM grand Antares, GM Griya Hotel, Owner ref Grand Kanaya, Direktur SS Fried chicken, Ketua PPGI, Wakil Ketua PPGI, Gindo Nadapdap SH MH (Dosen/advokat), Owner Ref grand Antares group dan keluarga besar FSB GARTEKS Kota Medan. (AH)