ID ENG

FSB GARTEKS Kembali Targetkan Agenda GBV Masuk Kesepakatan PKB Perusahaan

Tanggal Publish: 19/09/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Pada Sabtu (18/9/2021) Indah Fatma Sari Komisi Kesetaraan Federasi (K2) bersama Yumana Sagala Departemen Perempuan DPP FSB GARTEKS mengadakan sosialisasi dan advokasi pencegahan pelecehan dan kekerasan seksual di dunia kerja. Acara diadakan di Sekretariat DPC FSB GARTEKS, Desa Pasir Mukti, Kecamatan Citereup  Kabupaten Bogor Jawa Barat.       

Indah Fatma Sari mengatakan kegiatan ini juga untuk mempersiapkan agenda Gender Bassed Violence (GBV) supaya masuk dalam pasal Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di perusahaan tahun ini. Tujuannya supaya lebih melindungi semua buruh/pekerja bebas dari ancaman kekerasan dan pelecehan seksual di dunia kerja.

Nah, sebelumnya,  Pengurus Komisariat (PK) FSB GARTEKS Kabupaten Bogor telah berhasil memperjuangkan agenda GBV di PT. Indonesia Wacoal dan PT Ricky Putra Globalindo. Kemudian di Kabupaten PK FSB GARTEKS Serang juga sudah berhasil diperjuangkan di PT. Parkland World Indonesia (PWI) Satu serta PT. PWI Dua. Lalu wilayah PK FSB GARTEKS DKI Jakarta ada di PT Kaho Indah Citra Garment (ICG). 

“FSB GARTEKS sudah berhasil memasukan agenda GBV di 5 perusahaan. Tahun ini kami kembali memperjuangkannya. Termasuk salah satu PK perusahaan di Tangerang dibawah naungan DPC FSB GARTEKS Tangerang Raya, sedang kami tergetkan masuk agenda GBV,” ucap Indah, saat diwawancarai melalui seluler, Minggu (19/9/2021).

Salah satu poin agenda poin GBV yang diperjuangkan dalam kesepakatan PKB adalah perusahaan harus memberikan sanksi tegas bagi pelaku kekerasan dan pelecehan seksual. Kalau ada yang melakukan kesalahan fatal, maka si pengusaha wajib memberhentikannya dari bekerja.

Ia juga menegaskan kampanye dan advokasi pencegahan pelecehan dan kekerasan seksual berbasis gender yang dilakukan FSB GARTEKS bukan hanya membela buruh perempuan. Laki-laki juga berhak mendapatkan pembelaaan yang sama apabila dirinya menjadi korban.

“Kalau bicara konteks kesetaraan gender semuanya berhak mendapatkan keadilan yang sama. Bahkan laki-laki di dunia kerja pun rentan mendapat perlakuan pelecehan dan kekerasan seksual di dunia kerja,” jelasnya.

Sejauh ini, dia menyampaikan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya GBV di dunia kerja sudah berjalan baik. Karena, setiap pelatihan, pengurus cabang dan PK langsung mensosialisasikannya ke seluruh anggota, melalui media sosial, diskusi dan spanduk. Dan hasilnya semakin mengalami kemajuan. Bahwa melawan pelecehan dan kekerasan seksual di dunia kerja itu sangat perlu.

“Bahkan perusahaan pun sudah menyambut baik dengan kampanye yang kami lakukan selama ini. Pengusaha menganggap positif untuk melindungi buruh dilingkungan perusahaannya,” kata Indah.

Rencana kedepannya, K2F bersama Departemen Perempuan DPP FSB GARTEKS akan membuat  camp konsentrasi pertemuan para pengurus cabang dan PK. Nantinya, dalam pertemuan itu merumuskan materi modul pendidikan bagi buruh perempuan agar tampil menjadi pemimpin.

“Baik memimpin dari tingkat PK, Cabang sampai tingkat nasional,”ujarnya. (AH)