ID ENG

FSB GARTEKS Kabupaten Bogor Fasilitasi Program Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan

Tanggal Publish: 13/03/2019, Oleh: DPP FSB Garteks

Bertempat di Sekretariat DPC FSB GARTEKS Kabupaten Bogor, Citereup, Jawa Barat, hari ini digelar sosialisasi program BPJS Tenaga Kerja dan Kesehatan. Agenda program sosialisasi juga tak hanya mengundang pengurus dan anggota, tapi juga mengundang jajaran RT/RW dan masyarakat disekitar sekretariat FSB GARTEKS Bogor.

Sayangnya dalam program sosialisasi tersebut, pihak perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Bogor, berhalangan hadir. Sehingga, materi sosialisasi yang disampaikan kepada peserta hanya materi dari perwakilan BPJS Kesehatan saja yang dipaparkan oleh Rishi dan Dewi, dari tim hubungan Rumah Sakit-Masyarakat.

Setelah pemaparan materi selesai disampaikan, ternyata antusias peserta dan buruh/pekerja dan masyarakat sangat tinggi untuk bertanya. Pasalnya, selama ini banyak masyarakat, khususnya kalangan bawah sering mengeluh, ketika mereka sakit dan butuh perawatan di Rumah Sakit, justru pelayanannya tidak memuaskan. Bahkan, terkadang seorang pasien yang butuh perawatan khusus pun sering tidak mendapat fasilitas kamar dan pelayanan yang memadai.

Wadiyo, Ketua Cabang DPC FSB GARTEKS Kabupaten Bogor, ketika diwawancarai mengatakan agenda sosialisasi yang dilaksanakan memang  bertujuan untuk membantu memberikan informasi kepada buruh dan masyarakat. Hal itu disebabkan, karena selama ini masyarakat sering kecewa atau juga kekurangan informasi mengenai prosedur pelayanan BPJS Kesehatan.

“Hasil dari dialog dengan pihak perwakilan BPJS Kesehatan yang dilakukan hari ini cukup memuaskan buruh dan masyarakat, karena kami butuh solusi bukan perdebatan. Kami juga berharap agar kedepannya, pelayanan BPJS Kesehatan, khususnya di Kabupaten Bogor lebih profesional untuk melayani masyarakat,” ucapnya, Bogor, 13 Maret 2019.

Selain itu, Wadiyo juga menjelaskan point dari hasil diskusi adalah mengenai penguatan tentang program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang juga sudah masuk dalam program BPJS Kesehatan. Intinya, ketika program Jamkesda juga sudah masuk program BPJS Kesehatan, maka pelayanan kesehatan akan langsung lebih menyentuh ke tengah masyarakat.

Oleh sebab itulah, memang dibutuhkan partisipasi dari tingkat RT/RW untuk mendata kembali masyarakat yang tidak mampu agar diikutkan sertakan sebagai peserta Jamkesda. Karena tujuan pemerintah membuat program Jamkesda untuk masyarakat yang tidak mampu agar tidak lagi dipersulit dalam biaya perobatan.

Berhubung dalam program sosialisasi yang dilaksanakan hari ini, pihak BPJS Ketenagakerjaan berhalangan hadir, Wadiyo mengatakan pihaknya akan mengadakan sosialisasi lanjutan lanjutan dalam waktu dekat ini. “Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan juga sangat perlu disampaikan kepada masyarakat, karena masih banyak informasi yang belum diketahui. Padahal beberapa program BPJS Ketenagakerjaan juga ada untuk masyarakat umum dan pekerja informal, seperti program Perisai,” tutupnya. (AH)