ID ENG

Forum Pertemuan ILO Serukan Hentikan Praktik Pekerja Anak

Tanggal Publish: 14/06/2019, Oleh: DPP FSB Garteks

Dalam agenda forum pertemuan Forum ILO hari ke emat di Jenewa, Swiss yang diadakan di Centenary International Labour Conference (ILC) menyerukan kepada dunia agar mengakhiri praktik pekerja anak disetiap negara.

Dalam forum itu, Molly Namirembe, aktivis pekerja anak dari negara Uganda, mengatakan saudara perempuannya bekerja di perkebunan teh di negaranya mengatakan masih dominasi anak-anak. “Anak-anak yang bekerja di perkebunan teh selama 12 jam. Terkadang ketika mereka bekerja, perut mereka  kosong," ucapnya sambil meneteskan air matanya di depan forum pertemuan.

Sebenarnya ILO sudah bekerja keras untuk memberantas kerja paksa anak-anak dan mengakhiri perbudakan modern terhadap anak-anak di dunia samoai tahun 2025. Termasuk perekrutan anak-anak untuk dijadikan tentara anak dalam konflik perang.

Sementara itu, Direktur Jenderal ILO Guy Ryder, menyampaikan kampanye dan advokasi penghapusan pekerja anak telah menjadi prioritas utama ILO sejak ILC dibentuk. Hal ini sesuai ratifikasi universal Konvensi 182 tentang Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Pekerja Anak.

Hal senada juga disampaikan Juneia Martins Batista, Sekretaris Wanita, Konfederasi Pekerja Tunggal (CUT), Brasil. Dalam forum tersebut dia berbicara tentang perlunya meningkatkan situasi perempuan yang mencari nafkah sebagai pekerja rumah tangga dan pekerja pedesaan.

"Idenya adalah bahwa kita dapat memberdayakan orang dewasa ini, kebanyakan wanita, untuk memiliki kehidupan yang layak. Dengan pekerjaan yang layak, kita mungkin dapat menghapuskan pekerja anak," tandasnya. (AH)