ID ENG

FoA Protocol Menjadi Pembahasan Penting Meeting Buruh Sektor Garmen Tekstil

Tanggal Publish: 08/11/2019, Oleh: DPP FSB Garteks

Beberapa waktu lalu, FSB GARTEKS KSBSI menghadiri pertemuan agenda meeting atau rapat konsultan lintas serikat buruh sektor garmen dan tekstil di Jogjakarta, Jawa Tengah. Pertemuan yang dihadiri 11 serikat buruh ini menjadi ajang dialog konsolidasi lintas serikat buruh serta menganalisa perkembangan agenda sosial dialog. Sementara mitra internasional yang ikut hadir dalam rapat konsultasi itu seperti CNV, FNV dan BPTK, TURC.

Ary Joko Sulistyo Ketua Umum FSB GARTEKS KSBSI yang ikut rapat konsultasi menjelaskan kehadiran lembaga mitra asing tersebut ingin melihat sejauh mana koordinasi program agenda sosial dialog yang telah dijalankan. Intinya, Ary menyampaikan ada sebuah kesepakatan diantara lembaga mitra asing untuk saling berkoordinasi agar tidak saling tumpang tindih diantara serikat buruh waktu menjalankan program pelatihan dan pendidikan.

Selain itu, agenda FoA Protocol juga menjadi pembahasan inti dalam rapat konsultasi. Pasalnya, menjelang akhir tahun 2019, agenda Protokol FoA sudah sampai tahapan perjuangan dan kampanye kebebasan serikat buruh di perusahaan.

“Ada dua agenda FoA Protocol lagi belum dikerjakan, seperti pembahasan agenda upah dan kondisi kerja layak. Menurut saya dua agenda itu harus menjadi agenda prioritas yang harus dikerjakan kedepannya,” ucap Joko, di Kantor KSBSI, Cipinang Muara, Jakarta Timur, Kamis, 7 September 2019.

Untuk menyatukan persepsi mengenai agenda perjuangan upah dan kerja layak di perusahaan, dia menegaskan buruh harus bersatu. Pasalnya, kondisi lintas buruh/pekerja pun sekarang ini sering terpecah belah atau tidak solid. Oleh sebab itulah, dia menyarankan agar serikat buruh/pekerja saling menghilangkan sifat ego untuk mencapai tujuan bersama memperjuangkan hak buruh.

FSB GARTEKS KSBSI bersama serikat buruh/pekerja lainnya juga sudah menginiasi lahirnya Aliansi Pekerja Buruh Garmen Tekstil sebagai wadah perjuangan bersama buruh. Dijelaskannya, aliansi ini sudah sering duduk bersama untuk mendiskusikan isu-isu perburuhan. Termasuk membahas regulasi dan kebijakan dunia industri dan lobi-lobi ke pemerintah serta APINDO untuk membela kepentingan buruh.

Hasil dari rapat konsultasi itu, Ary mengatakan diputuskan koordinator untuk melakukan pertemuan kembali membahas kelanjutan agenda FoA Protocol dua dan tiga serta mengawal hasil kesepakatan Protokol pertama. Kemudian perlu keseriusan bersama untuk memperkuat aliansi serikat buruh/pekerja sektor garmen dan tekstil yang sudah dibangun. (AH)