ID ENG

DPP FSB GARTEKS Berhasil Bentuk PK PT. Lestari Agribisnis Indonesia (LAI) di Kota Bekasi

Tanggal Publish: 06/05/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Walau umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan 1422 H yang penuh berkah, tapi aktivitas DPP Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri (FSB GARTEKS) terus melakukan pengorganisiran dan advokasi. Hal ini dilakukan untuk menunjukan serikat buruh ini komitmen berpihak pada buruh.   

Beberapa waktu lalu, Tri Pamungkas, S.H.,MH Ketua Bidang Konsolidasi  DPP FSB GARTEKS mengunjungi salah satu perusahaan di Kota Bekasi Jawa Barat, yaitu PT. Lestari Agribisnis Indonesia (LAI). Kunjungan ini merupakan keberhasilan dalam rangka pengembangan wilayah diwilayah tersebut.

“Alhamdulillah dalam keadaan puasa kami masih bisa tetap bisa beraktifitas dan bertemu dengan antara manajemen perusahaan serta Pengurus Komisariat (PK) FSB GARTEKS KSBSI PT. Lestari Agribisnis Indonesia (LAI). Hasil dialog yang kami lakukan juga berjalan baik,” ucap Tri, dalam keterangan tertulis, beberapa waktu lalu.

Tri juga menyampaikan wilayah Jawa Barat menjadi salah satu target pengembangan organisasi. Salah satunya PT. Chang Shin Indonesia di Kabupaten Kawarang berhasil di kembangkan oleh FSB GARTEKS. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi tolok ukur bahwa organisasinya akan terus bergerak sampai target tercapai.

Menyikapi disahkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta terbitnya 4 (empat) Peraturan Pelaksana, Tri menilai kebijakan pemerintah ini membuat kecemasan para buruh. Baik ditingkat perusahaan maupun buruh yang bergabung di serikat buruh.

“Ditambah lagi tidak jarang anggota/pengurus serikat buruh mendapatkan berbagai tekanan, ancaman hal ini juga menjadi salah satu faktor serikat buruh sampai saat ini,” terangnya.

Namun berbagai ancaman dan tantangan itu tak membuat putus asa. Buktinya, FSB GARTEKS semakin menunjukan eskistensinya secara nasional. Bahkan beberapa cabang semakin berkembang dan mampu hadir dibeberapa wilayah baru.

“Artinya FSB GARTEKS bisa bersaing dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan mampu menciptakan maupun program pendidikan dan pelatihan kepada pengurus dan anggota di tiap cabang,” ucapnya.

Terkait terbitnya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan atau Permenaker No. 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2021 dia mengatakan FSB GARTEKS tetap mempunyai sikap. Permenaker itu juga dinilainya mengambang dan tidak memihak pada kepentingan buruh.

“Karena perusahahaan diperbolehkan melakukan pembayaran THR Keagamaan dengan cara dicicil atau bertahap.  Bahkan tidak memberikan denda keterlambatan sebagaimana dimaksud dalam Permenaker No. 6 Tahun 2016 tentang THR,” jelasnya.

Tentu saja Permenaker itu menjadi luka dan cerita baru di bulan Ramadhan tahun ini. Oleh sebab itu , dia menegaskan FSB GARTEKS siap melakukan advokasi, apabila ada hak buruh yang tidak diberikan THR Keagamaan 2021.   

“Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Pengurus Cabang tingkat kabupaten/kota, Pengurus Komisariat, (PK) dan anggota tidak ragu untuk memperselisihkan dengan cara elegan. Serta merundingkan secara Bipartit, mediasi. Jika perusahaan masih tidak membayar THR kami melakukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri setempat di wilayah Propinsi,” tandasnya. (AH)