ID EN

FSB GARTEKS Banten Gelar Pelatihan PKB Dengan Pola Dialog Sosial

Tanggal Publish: 16/12/2018, Oleh: DPP FSB Garteks

Salah satu alat memperkuat posisi tawar serikat buruh dimata pengusaha dan pemerintah, diantaranya serikat buruh harus bisa merumuskan konsep Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan perusahaan. Dimana, fungsi PKB bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan buruh dan juga mengatur sistem kerja yang layak dalam perusahaan sesuai dalam peraturan Undang-Undang Ketenegakerjaan.

Bertempat di Hitu langsung di Hotel Jayakarta, Anyer, Banten, 16-17 Desember 2018, FSB GARTEKS Banten, mengadakan pelatihan internal PKB/Collective Bargaining Agreement. Agenda pelatihan internal itu langsung dihadiri Ary Joko Sulistyo dan Trisnur Priyatno, Ketua Umum dan Sekjen DPP FSB GARTEKS KSBSI, untuk memberikan motivasi kepada peserta pelatihan PKB. Agenda pelatihan yang berlangsung selama dua hari diikuti sekitar 50 orang dari 27 perusahaan yang ada diwilayah Banten.

Faizal Rahman, Ketua DPC FSB GARTEKS Serang, ketika diwawancarai menjelaskan pelatihan PKB memang rutin dilakukan tiap tahun. Alasan kuat, kenapa organisasi yang sedang dipimpinnya harus rutin melakukan program pelatihan PKB tiap tahun, hal itu dikarenakan dari 27 Pengurus Komisariat (PK) yang bernaung di DPC FSB GARTEKS Serang, hanya 50 persen yang baru terealisasi di tingkat perusahaan.

Oleh sebab itulah, dengan digelarnya pelatihan PKB, kualitas sumber daya manusia (SDM) bagi pengurus tingkat PK, diharapkan nantinya semakin meningkat. Terutama, dalam kualitas teknik pembuatan PKB dan sampai strategi negoisasi ketika berhadapan dengan pihak perusahaan. Dia mengakui, sejak pelatihan internal PKB, yang diusahakan setahun 2 kali, kemampuan pengurus tingkat PK semakin terlihat kualitasnya. Bahkan, hubungan industrial antara serikat buruh dan perusahan semakin harmonis.

Faizal mengatakan, resep keberhasilan hubungan industrial yang semakin dinamis antara serikat buruh dan perusahaan, karena sekarang ini lebih mengedepankan pola “dialog sosial”. Sebab, dengan mengedepankan dialog sosial, dia menilai segala persoalan perselisihan ketenagakerjaan bisa diselesaikan dengan cara-cara dialog.

“Sejak kami mengedepankan pola dialog sosial banyak manfaat positif yang didapat. Terutama, pihak perusahaan semakin terbuka ketika melakukan proses negoisasi PKB dan dianggap menjadi mitra. Aksi demo buruh di perusahaan pun semakin berkurang, karena proses negoisasi PKB melalui pendekatan dialog sosial menghasilkan solusi jalan tengah dan tidak ada yang dirugikan,” jelasnya.  

Kedepannya, Faizal juga mengatakan dirinya bersama jajaran pengurus lainnya akan semakin meningkatkan kualitas program pelatihan di internal organisasinya. Sejauh ini, hubungan DPC FSB GARTEKS Serang juga terbilang dinamis, karena berhasil membangun jaringan dengan lintas serikat buruh/pekerja di Banten. Selain itu, komunikasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), DPRD, APINDO dan instansi pemerintah dan swasta juga terjalin dengan baik dalam menyelesaikan persoalan hubungan industrial. (AH)