ID ENG

DPC FSB GARTEKS KSBSI Tangerang Raya Gelar Membership Meeting, Ini yang Dibahas

Tanggal Publish: 08/08/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) kepada pengurus dan anggota, pada Minggu (7/8/2022) Dewan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Garment Kerajinan dan Kulit Sentra Industri Afiliasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPC FSB GARTEKS KSBSI) Tangerang Raya melakukan anggota Membership Meeting.

Acara tersebut juga dihadiri Trisnur Priyanto Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) FSB GARTEKS KSBSI, Faizal Rakhman Ketua DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Serang Banten, Dedi Ketua PLT DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Lebak, serta perwakilan Pengurus Komisariat (PK) dan anggota FSB GARTEKS KSBSI Tangerang Raya.  

Trisnur Priyanto mengatakan agenda membership meeting ini salah satu tujuannya untuk penguatan konsolidasi untuk menghadapi tantangan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Baik dari sisi upah layak, ekonomi buruh sampai status kerja. Selama diskusi tersebut, mereka juga mendiskusikan tentang strategi pengumpulan data serta pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di perusahaan tanpa UU Cipta Kerja.

“Peserta membership ada 50 orang.  Ada 3 materi pembahasan yang disampaikan narasumber saat acara berlangsung. Diantaranya membahas dampak omnibus law UU Cipta Kerja bagi buruh di dunia kerja. Lalu penguatan internal FSB GARTEKS KSBSI di Tangerang Raya dan terakhir tentang kepemimpinan serikat buruh,” ucapnya, di Cipinang Muara Jakarta Timur, Senin (8/8/2022).

Dia juga menegaskan disahkannya UU Cipta Kerja sangat membawa dampak baik pada buruh. Karena itu, dia telah menyarankan agar semua pengurus komisariat di semua cabang untuk memperjuangkan PKB tanpa UU Cipta Kerja di setiap perusahaan. Sejauh ini, ada beberapa perusahaan perwakilan FSB GARTEKS KSBSI, seperti di PT. KAHO INDAH CITRA GARMENT sedang tahap negoisasi. Karena manajemen perusahaan ingin mengacu pada UU Cipta Kerja.

“Kemudian di PT. Ricky Putra Globalindo sedang negoisasi, karena pihak manajemen perusahaan menginginkan PKB harus mengacu pada UU Cipta Kerja. Nah, kalau di PT. PWI 2 Kabupaten Serang, tetap mengacu PKB yang lama, tinggal sekarang ini sedang tahap membahas pasal Gender Bassed Violence (GBV) saja,” terangnya.

Menurut Trisnur, membership meeting yang dilaksanakan ini sangat penting bagi pengurus komisariat dan anggota. Karena bisa membangun solidaritas di internal FSB GARTEKS KSBSI di Tangerang Raya. “Kalau pun kedepannya ada anggota kita yang sedang bermasalah di perusahaan terkait soal hubungan industrial, maka semua pengurus dan anggota bersatu untuk sama-sama berjuang,” tutupnya. (AH)