ID ENG

DPC FSB GARTEKS Kabupaten Bogor Siapkan Laporan Pidana ke PT CMA

Tanggal Publish: 15/09/2020, Oleh: DPP FSB Garteks

Sampai hari ini, persoalan perselisihan hubungan industrial antara pihak buruh dengan PT Cipta Makmur Adipratama (CMA), Citeureup Kabupaten Bogor Jawa Barat belum selesai. Masalah ini dilatarbelakangi dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak serta buruh yang dirumahkan. Sebenarnya proses mediasi melalui Bipartit dan Tripartit sudah dilakukan. Tapi kedua belah pihak yang sedang berselisih belum  ada titik terang.

Faisal Sekretaris Cabang  DPC Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB GARTEKS-KSBSI) Kabupaten Bogor mengatakan akan tetap mengadvokasi buruh PT CMA yang terkena PHK. Karena yang ter-PHK yang tdan dirumahkan sebagian pengurus dan anggotanya di tingkat perusahaan.

“Masalah PHK yang terjadi di PT CMA  saya nilai telah bertentangan dengan (pasal 59, pasal 65 ayat (8), pasal 66 ayat (4)  Undang-Undang ketenagakerjaan tahun 2003). Makanya buruh berhak melawan untuk meluruskan keadilan hukum,” tegasnya, saat diwawancarai lewat seluler, Selasa 15 September 2020.

Untuk langkah hukum, Faisal mengatakan organisasinya sedang mempersiapkan materi laporan pidana ke Polres Kabupaten Bogor. Jadi ada 31 orang buruh yang akan memberikan surat kuasa dan nantinya segera melayangkan surat tersebut ke pihak hukum. Alasan DPC FSB GARTEKS kabupaten Bogor melaporkan masalah pidana ke PT CMA, karena ada bukti pihak perusahaan tidak mendaftarkan semua buruh yang bekerja menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.

“Lalu tidak membayarkan upah buruh sesuai peraturan upah minimum kabupaten (UMK) dan terakhir pihak PT CMA tidak memberikan THR sesuai keputusan Gubernur Jawa Barat,” jelasnya.

Sebelumnya, pihaknya juga berencana melakukan gugatan perdata ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Kota Bandung. Namun niat tersebut ditunda dahulu dan lebih mengedepankan strategi laporan pidana. Agar masalah yang ditangani segera terselesaikan.

Saat DPC FSB GARTEKS Kabupaten sedang mempersiapkan materi laporan pidana ke Polres Kabupaten Bogor, dia mengatakan mendadak kabar tak sedap. Sebab pihak perusahaan memberikan surat kepada anggotanya, Tata Aditya, M. Soleh dan Asep yang berbeda divisi dengan status di istrahatkan dalam waktu yang tidak ditentukan.

“Dengan adanya penambahan status dirumahkan kepada anggota kami, DPC FSB GARTEKS Kabupaten Bogor menilai pihak perusahaan memang sudah ada kesan sentimen. Serta ada dugaan memberangus serikat buruh, terkait sikap advokasi dan rencana aksi demo yang akan kami lakukan ke PT CMA,” lugasnya.

Ia menyampaikan pengurus komisariat (PK) dan anggota FSB GARTEKS di PT CMA harus tetap solid dan jangan mau dipecah belah, walau 4 pengurus inti saat ini juga berstatus dirumahkan. Termasuk segera membuat Bipartit ke manajemen perusahaan, terkait 3 anggota yang di istrahatkan.

“Saya berharap kepada PK FSB GARTEKS PT CMA segera berdialog dengan perwakilan perusahaan. Untuk meminta klarifikasi apa maksud dan tujuan 3 anggota yang diistrahatkan. Karena dalam surat ini tidak ada dijelaskan, bagaimana nasib upah dan jaminan lainnya ketika mereka sedang tidak dipekerjakan,” pungkasnya.

Intinya, Faisal menilai pihak perusahaan memang belum ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi. Memang, beberapa waktu lalu saat proses mediasi, pihak perusahaan menawarkan ganti kerugian nominal kepada 21 buruh yang sedang dirumahkan dari yang dituntut.

“Tapi tawaran nominal tersebut kami tolak, karena masih jauh dari harapan dan peraturan Undang-Undang ketenagakerjaan. Nah ketika terjadi penolakan, pihak perusahaan akhirnya menyewa jasa hukum, sehinggan persoalan ini semakin panjang. Seharusnya permasalahan ini bisa diselesaikan dengan cara dialog,” ujarnya.

Mengenai rencana demo di PT CMA, dia menegaskan aksi tersebut bakal terjadi. DPC FSB GARTEKS Kabupaten Bogor sudah siap melakukan konsolidasi sampai tingkat anggota. “Tinggal menunggu momen yang tepat, kami akan menggelar aksi demo,” tutupnya. (AH)