ID ENG

DPC FSB GARTEKS Kabupaten Bogor Gelar Pelatihan Strategi Media Publik

Tanggal Publish: 24/08/2020, Oleh: DPP FSB Garteks

Di era revolusi industri 4.0, teknologi informasi sudah menjadi bagian utama kebutuhan masyarakat global. Dalam dunia komunikasi, saat ini, media informasi pun sudah mengalami transisi yang begitu cepat. Dari media konvensional (cetak) ke media online. Termasuk media sosial (Medsos) pun sudah menjadi alat menyampaikan segala bentuk informasi.

Pada Sabtu, 22 Agustus kemarin, Dewan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri- Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia atau dikenal DPC FSB GARTEKS-KSBSI Kabupaten Bogor Jawa Barat mengadakan pelatihan “Strategi Serikat Buruh, Kampanye dan Advokasi Melalui Media Publik”.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kepada pengurus dan anggota dalam memahami cepatnya perkembangan informasi di era teknologi digital. Oleh sebab itu, serikat buruh harus mampu beradaptasi menggunakan media digital dan Medsos menjadi alat advokasi dan kampanye perjuangan untuk masyarakat luas.

Dalam kesempatan itu, Andreas Hutagalung pemberi materi dari Departemen Komunikasi dan Politik DPP FSB GARTEKS KSBSI menyampaikan serikat buruh tidak hanya mengutamakan jumlah anggota dan kualitas SDM untuk memperkuat posisi tawar.

“Namun harus mengutamakan merangkul media pers dan menggunakan Medsos untuk memberitakan segala bentuk kegiatan, termasuk advokasi dan kampanye yang sedang diperjuangkan,” ujarnya, di Sekretariat DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Bogor.

Lalu bagaimana cara mengenalkan serikat buruh yang efektif kepada pers dan publik? Sebenarnya tidak sulit, selama ada kemauan. Dia menjelaskan, jika masyarakat ingin mengetahui segala kegiatan serta yang sedang diperjuangkan DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Bogor, maka mulailah rutin menulis press release (siaran pers).

Menurutnya, apabila sebuah organisasi rutin membuat siaran pers lalu diberikan kepada awak media untuk dijadikan pemberitaan adalah langkah efektif agar cepat dikenal khalayak ramai. Untuk membuat press release, dia juga menyarankan dengan cara yang sederhana.

“Tapi isi narasinya yang dibuat harus dilengkapi data dan argumentasi yang lengkap dan tidak berlebihan,” terangnya.

Intinya dalam menuliskan materi kegiatan kegiatan, advokasi dan kampanye yang sedang dibuat, dia menyarankan narasi yang dibuat tidak mengandung unsur kebencian, ras, sara dan agama. Agar nantinya tidak terjerat unsur pidana Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 11 Tahun 2008.

“Alangkah sangat baik membuat narasi yang sifatnya mendidik (edukasi) dan bisa mempengaruhi publik,” ujarnya.

Selain itu, dalam mengkampanyekan organisasi di Medsos, ia juga mengatakan tidak sulit. Cukup semua pengurus dan anggota dengan rutin menuliskan secara sederhana dan tepat sasaran. Pelatihan tersebut diberikan dua materi dengan topic Seberapa Penting Press Release Serikat Buruh Dimata Media Publik? dan Serikat Buruh dan Kekuatan Media Sosial. (AH)