ID ENG

Dimasa Pandemi, Jaminan Keselamatan dan Kesehatan di Tempat Kerja Masih Terabaikan

Tanggal Publish: 05/02/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

 

Tepatnya, setiap tanggal 28 April, seluruh serikat buruh/pekerja di dunia akan memperingati hari Peringatan Buruh Internasional. Dalam peringatan itu pada umumnya tetap digaungkan kampanye kesehatan dan keselamatan kerja sebagai hak mendasar di tempat kerja. Hal ini juga sesuai dengan agenda organisasi perburuhan internasional (ILO) yang menyuarakan tentang:

 

  • Kebebasan berserikat dan pengakuan efektif atas hak untuk duduk berunding bersama
  • Penghapusan kerja paksa
  • Penghapusan pekerja anak; dan
  • Penghapusan diskriminasi dalam pekerjaan dan jabatan

Sharan Burrow Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Buruh Internasional (ITUC) menyampaikan Peringatan Buruh Internasional tahun ini seharusnya bisa menjadi refleksi bersama untuk semua aktivis serikat pekerja/buruh. Pasalnya, pandemi Covid-19, telah membuat seluruh seluruh dunia mengalami krisis.

“Pandemi yang terjadi ini telah banyak membuat masyarakat dunia kehilangan pekerjaan. Bahkan jaminan perlindungan kesehatan pekerja pun banyak terabaikan di tempat bekerja. Berdasarkan penelitian medis, telah menunjukkan virus Corona sangat menyebar cepat di tempat kerja, tidak hanya dilingkungan kesehatan dan perawatan. Tapi juga di pabrik daging, gudang, sekolah, kantor, transportasi, dan sektor lainnya, sehingga mengancam kesehatan dan nyawa mereka,” ungkapnya.

Dia memaparkan, sebelum terjadi wabah Corona, setiap tahun ada 2,6 juta buruh/pekerja meninggal akibat penyakit dan kecelakaan kerja. Artinya, sekarang ini pun semakin mengancam karena virus berbahaya ini.  Ia menyarankan pemerintah dan pengusaha segera meningkatkan status kesehatan dan keselamatan kerja ke tingkat hak fundamental di tempat kerja.

Sebenarnya, kesepakatan Deklarasi 100 Tahun ILO 2019, telah lahir komitmen bersama antara pemerintah, pengusaha dan serikat buruh/pekerja untuk melindungi keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. Konstitusi ILO memuat janji serupa, dan Organisasi Kesehatan Dunia telah mendefinisikan kesehatan sebagai hak asasi manusia yang fundamental. (AH)