ID EN

Di Kabupaten Bogor, Agenda Perjuangan GBV Akan Diwujudkan di Tingkat Perusahaan

Tanggal Publish: 07/01/2019, Oleh: DPP FSB Garteks

Setelah pelatihan Gender Bassed Violence (GBV) rutin dijalankan tiap cabang oleh DPP FSB GARTEKS KSBSI, akhirnya tahun 2019 ini inti dari poin perjuangan GBV harus diwujudkan secara nyata. Program GBV merupakan pelatihan edukasi dan advokasi kepada aktivis buruh untuk memperjuangkan perusahaan bebas dari diskriminasi dan kekerasan seksual terhadap buruh perempuan. Beberapa waktu lalu, Ary Joko Sulistyo, Ketua Umum DPP FSB GARTEKS KSBSI, menuturkan program GBV merupakan program yang pertama kali dicanangkan oleh serikat buruh adalah FSB GARTEKS KSBSI.

“Tujuan program pelatihan GBV diberikan kepada pengurus dan anggota, agar keluarga besar FSB GARTEKS KSBSI semakin kritis, bahwa diskriminasi dan kekerasan seksual masih kerap menimpa buruh perempuan dalam perusahaan. Dengan adanya pelatihan GBV, diharapkan seluruh aktivis FSB GARTEKS KSBSI tidak ada lagi meremehkan, apalagi dengan melecehkan buruh perempuan adalah kaum yang lemah,” tegasnya.

Selain membangun kesadaran, Ary juga menegaskan pelatihan GBV juga nantinya diharapkan bisa melahirkan pemimpin buruh perempuan dari tingkat Pengurus Komisariat (PK) sampai cabang dan DPP. Karena, semakin banyak buruh perempuan diberikan pelatihan tentang kepemimpinan, maka akan lahir juga kesadaraan mereka tentang hak kesetaraaan gender.

Dimana, semangat kesetaraan gender ikut memperjuangkan Hak Azasi Manusia (HAM) untuk melawan praktik kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan. Oleh sebab itulah, untuk tahun 2019 ini, FSB GARTEKS KSBSI, memuali aksi nyata kampanye GBV ditiap lingkungan kerja pengurus komisariat (PK) yang ada ditiap cabang. Seperti yang dilakukan pengurus dan anggota DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Hal itu disampaikan Faisal, Sekretaris FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Bogor. Dia mengatakan, awal tahun ini kampanye GBV akan direalisasikan di dua perusahaan, PT Indonesia Wacoal dan PT Ricky Putra Globalindo. Dia mengatakan, kedua perusahaan itu sangat menyambut baik aksi kampanye GBV, karena bisa menghilangkan stigma buruh perempuan lemah dan melawan kejahatan kekerasan seksual terhadap perempuan dalam dunia kerja.

“Kami juga akan memperjuangkan poin-poin dari isi perjuangan GBV yang sudah menjadi komitmen FSB GARTEKS KSBSI harus bisa masuk di perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) tahun ini dengan perwakilan perusahaan,” ucapnya, ketika diwawancarai melalui seluler, Jakarta, 7 Januari 2018.

Rencananya, Faisal mengatakan besok perwakilan pengurus DPC dan DPP akan audiensi dan dialog dengan perwakilan perusahaan dalam rangka lebih mengenalkan program GBV. Dia berharap, hasil dialog dengan perwakilan perusahaan semakin bisa diterima dan agenda GBV juga bisa diterima perusahaan saat perundingan PKB nanti. (AH)