ID ENG

CNV International dan DPP FSB GARTEKS KSBSI Kunjungi PT. Indonesia Wacoal, Sambut Baik Kemajuan Agenda GBV

Tanggal Publish: 01/06/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Selama ini, CNV International dan Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri afiliasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPP FSB GARTEKS KSBSI) sangat fokus bekerja sama dalam  program perburuhan. Salah satunya rutin melakukan pendidikan Gender Bassed Violence (GBV), sampai kampanye menolak pelecehan dan kekerasan seksual di dunia kerja.

Hari ini, Hannake Smith, Suzanne C, Astri utusan CNV International bersama Ary Joko Sulistyo serta Trisnur Priyanto Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) FSB GARTEKS melakukan kunjungan ke PT. Indonesia Wacoal Kabupaten Bogo sekaligus berdialog. Kedatangan mereka disambut manajemen perusahaan dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Bogor serta Pengurus Komisariat (PK) FSB GARTEKS PT. Indonesia Wacoal.

Faisal Sekretaris DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Bogor mengatakan tujuan utusan CNV International menyambangi PT. Indonesia Wacoal untuk mengetahui sejauh mana perusahaan ini terlibat untuk mencegah pelecehan dan kekerasan seksual di dunia kerja. Termasuk pemberlakuan hak kesetaraan gender di perusahaan.

“PT. Indonesia Wacoal sangat mendukung program GBV. Bahkan manajemen perusahaan sangat mengapresiasi, karena FSB GARTEKS KSBSI yang pertama kali  memasukan aturan mencegah kekerasan dan pelecehan seksual dalam kesepakatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan perwakilan pekerja,” ucap Faisal, saat diwawancarai melalui seluler, Selasa (31/2/2022).

Kemudian, dia mengatakan saat berdialog dengan manajemen perusahaan, perwakilan CNV International mengapresiasi PT. Indonesia Wacoal yang mendukung kampanye menolak kekerasan dan pelecehan seksual di dunia kerja. Mereka juga mengatakan agar diskusi maupun sosialisasi tentang GBV terus dilakukan oleh pengurus dan anggota, agar program ini semakin diketahui banyak buruh.

Selain GBV, ia juga menyampaikan diskusi ini membahas dampak disahkannya Omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja terhadap buruh. Memang ada kebijakan yang baik dan merugikan buruh dari undang-undang ini. Makanya, agar tidak terjadi konflik yang panas antara pengusaha dan buruh sebenarnya bisa diselesaikan melalui dialog dan dibuat kesepakatan PKB.

“Pak Irawan perwakilan manajemen perusahaan menyambut baik kedatangan utusan CNV International dan DPP FSB GARTEKS KSBSI. Mereka meminta agar kegiatan dialog sosial harus terus dilakukan untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis,” terangnya.

Terakhir, Faisal juga berharap kerja sama yang difasilitasi DPP FSB GARTEKS KSBSI ini harus tetap berjalan. “Kami ingin sekali kedepanya ada program pelatihan tentang lobi dan negoisasi yang diberikan kepada pengurus cabang dan komisariat untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM),” ungkapnya. (AH)