ID ENG

Buruh Sektor Garmen Ikut Terdampak Covid-19, ILO: Bangun Solidaritas Global

Tanggal Publish: 25/04/2020, Oleh: DPP FSB Garteks

Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menyambut baik kebijakan asosiasi perusahaan, serikat buruh/pekerja industri garmen  bersama pemerintah dalam penanganan pencegahan pandemi  Covid-19. ILO juga menyampaikan dampak Covid-19 sangat berpengaruh terhadap penghasilan upah buruh. Bahkan banyak mengalami kehilangan pekerjaan.  

Namun ditengah krisis yang terjadi, ILO menyerukan agar pemerintah, serikat buruh dan pengusaha tetap membangun solidaritas dalam menjawab tantangan yang sedang terjadi. Pasalnya, dampak Covid-19 tak hanya mengancam masa depan buruh, pengusaha dan pemerintah pun ikut mengalami dampak ekonomi secara global.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini diumumkan Organisasi Pengusaha Internasional (IOE), Konfederasi Serikat Buruh Internasional (ITUC), dan IndustriAll Global Union untuk menerapkan protokol Covid-19, untuk mencegah korban supaya tidak bertambah,” ucap kata Guy Ryder, Direktur Jenderal ILO dalam keterangan pers beberapa waktu lalu.

Dia juga meminta agar pemerintah, asosiasi pengusaha garmen dan serikat buruh untuk memastikan kelangsungan bisnis, pembayaran upah, jaminan upah dan keselamatan kerja tetap berjalan. Sebab belum ada yang bisa memastikan kapan waktunya pandemic Covid-19 akan berakhir.

“Krisis yang terjadi ini belum pernah terjadi sebelumnya. jadi, satu-satunya solusi mengatasi masalah ini hanya dengan solidaritas global. Walau ekonomi global mengalami keterpurukan, namun roda perekonomian harus berjalan demi kelangsungan hidup buruh,” tandasnya.  

Sementara Sekretaris Jenderal IOE Roberto Suárez Santos mengatakan pandemi Covid-19 jelas sangat berdampak terhadap pengusaha. Untuk membangkitkan semangat keterpurukan, ia menyampaikan memang dibutuhkan kerja sama yang baik lintas sektor.

“Jadi tak bisa diselesaikan oleh organisasi pengusaha saja, semua lintas sektor harus bersinergi,” pungkasnya.    

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Jenderal ITUC, Sharan Burrow bahwa dampak pandemi Covid-19 telah memutus rantai perekonomian dari tingkat lokal sampai global. “Jutaan buruh mengalami kehilangan pendapatan upah dan pekerjaan, termasuk di sektor garmen dan sejenisnya sangat berdampak,” ucapnya. Dia menyampaikan buruh sektor garmen yang paling terdampak kehilangan upah dan pekerjaan adalah negara sedang berkembang dan kategori miskin.

Oleh sebab itu, untuk melangsungkan industri tetap berjalan ITUC menyerukan agar pemerintah agar mengeluarkan dana bantuan untuk perlindungan sosial bagi buruh.  “Sekarang ini dibutuhkan kepemimpinan dan kerja sama yang baik dari semua pemangku kepentingan untuk mewujudkan masa depan buruh yang layak," tutupnya. (AH/www.ilo.org)