ID ENG

Buruh Juga Harus Prioritas Vaksinasi Covid-19

Tanggal Publish: 08/01/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Pada awal Desember 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan secara resmi telah membeli sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19. Vaksin ini langsung dibeli dari perusahaan China, Sinovac dan penggunaan vaksin tersebut menunggu izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan pemerintah awal Januari 2021 nanti akan mengupayakan  1,8 juta vaksin tersebut akan tiba lagi di Indonesia. Selain vaksin bentuk jadi, pemerintah menyampaikan bulan Desember sampai  Januari 2021 akan tiba 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku curah. Yang nantinya akan diproses lebih lanjut oleh Bio Farma.

“Termasuk, pemerintah menjamin bahwa vaksinasi yang diberikan kepada masyarakat gratis, tidak dipungut biaya,” kata Jokowi.

Ary Joko Sulistyo Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB GARTEKS KSBSI) menyambut baik dengan kebijakan pemerintah membeli vaksin Covid-19. Apalagi, pemerintah tahun ini merencanakan pada 2021 ini adalah tahun pemulihan perekonomian.

Namun, kata Ary vaksin yang sudah dibeli itu jumlahnya masih terbatas dan masih diprioritaskan untuk pekerja medis. Menurutnya, untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi, pemerintah juga harus mengutamakan vaksinasi untuk semua buruh yag bekerja status formal dan informal.

“Toh dimasa pandemi ini lingkungan dunia kerja buruh salah satu paling rentan penyebaran wabah Corona. Sehingga akhinya, buruh pun banyak menjadi korban,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis kemarin, di Cipinang Muara, Jakarta Timur (7/1/21).  

Tegasnya, dia mengatakan bahwa di negara ini buruh adalah salah satu garda terdepan perekonomian negara. Kalau sebagian buruh tidak bekerja, maka dipastikan perekonomian negara akan lumpuh. Hal itu terbukti, sepanjang tahun 2020, ketika seluruh dunia dinyatakan pandemi Covid-19, Indonesia salah satu negara yang ikut terkena dampaknya.

“Lebih dari 5 juta buruh akhirnya kehilangan pekerjaan dan akhirnya negara kita terancam resesi ekonomi,” ungkapnya.

Karena itu, kalau pemerintah menjadikan tahun ini menjadi target pemulihan ekonomi, Ary meminta agar pemerintah ikut memprioritaskan jaminan vaksinasi untuk semua buruh. Agar nantinya perusahaan bisa berjalan normal, tidak ada lagi bayangan ketakutan karena virus berbahaya itu.

“Saya berharap program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah bisa berjalan baik.  Supaya buruh yang kehilangan pekerjaan bisa bekerja dan target pemulihan ekonomi negara tercapai,” tandasnya. (A1)