ID ENG

BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasi Program Vokasi ke Serikat Buruh

Tanggal Publish: 16/03/2020, Oleh: DPP FSB Garteks

Tak hanya berkutat mengurus jaminan sosial kepada pekerja, BPJS Ketenagakerjaan sekarang ini juga telah program menjalankan vokasi (pelatihan) kerja. Program vokasi terbuka untuk calon  pekerja serta pekerja yang baru saja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Rekson Silaban Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan program vokasi selama ini lebih banyak ditangani Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker). Namun sekarang ini pemerintah telah menunjuk BPJS Ketenagakerjaan ikut terlibat dalam program vokasi.

“Tujuannya memang untuk mempercepat mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia yang jumlahnya mencapai 7 juta orang saat ini,” terangnya dalam kata sambutan Sosialisasi Vokasi BP Jamsostek Kepada Pemberi Kerja Dan Serikat Pekerja,” di Hotel Swiss Belinn, Kabupaten Serang Banten (16/03).

Lebih gamblang Rekson menjelaskan kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia masih belum memenuhi target sebagai negara yang siap memiliki daya saing kerja dikawasan ASEAN. Oleh sebab, ia menegaskan program vokasi menjadi ujung tombak untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pekerja Indonesia.

“Program vokasi yang sedang dijalankan BPJS Ketenagakerjaan berbasiskan teknologi 4.0. Agar nantinya peserta yang sudah menyelesaikan pelatihan bisa memiliki ketrampilan khusus dan siap kerja di dunia kerja,” ujarnya.  

Selain itu ia mengatakan kaitan program vokasi dengan pihak perusahaan sebenarnya sangat membantu. Karena bagi peserta yang sudah lulus mengikuti pelatihan memiliki sertifikat resmi dari pemerintah.

“Saya berharap FSB GARTEKS KSBSI bisa saling bersinergitas dengan BPJS Ketenagakerjaan. Sebab program vokasi sangat bermanfaat mendongkrak  SDM kepada anggota maupun yang baru saja terkena PHK,” ujarnya.

Krisna Syarif Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan mengatakan program vokasi sekarang in isudah dijalankan di 25 provinsi, 40 kantor cabang. Saat ini ada 45 jenis pelatihan sedang diberikan di pusat pelatihan kerja.

“BPJS Ketenagakerjaan sudah mendidik 2.963 orang dan 5.343 orang yang sudah mendaftar dan 196 orang sudah bekerja,” ucapnya. (AH)