ID ENG

Bogor Siap Tuan Rumah ‘Kopdar’ Konsolidasi GARTEKS KSBSI se-Jawa Barat

Tanggal Publish: 28/01/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Wadiyo Ketua Dewan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPC FSB GARTEKS-KSBSI) Kabupaten Bogor  menyampaikan siap menjadi tuan rumah kopi darat (Kopdar) agenda konsolidasi lintas cabang se-Jawa Barat. Kalau pertemuan ini terealisasikan, ia berharap bisa lahir komitmen membesarkan organisasi.

“Pokoknya DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Bogor siap menjamu kawan-kawan pengurus cabang kalau bersedia ke sekretariat kami,” ucapnya, saat diwawancarai melalui seluler, Kamis (28/1/21).   

Intinya, konsolidasi lintas cabang itu penting. Karena, banyak kebijakan nasional dan lokal yang terhadap buruh saat ini memberatkan buruh, jadi perlu disikapi secara serius. Seperti masalah penetapan upah, kebebasan berserikat. Termasuk menyikapi fenomena banyaknya perusahaan, salah satunya industri sektor garmen, tekstil di Jawa Barat pindah ke Jawa Tengah. Sehingga berdampak pada jumlah serikat buruh.  

Wadiyo juga menerangkan sudah melakukan komunikasi ke beberapa pengurus cabang untuk Kopdar. Diantaranya dengan Kang Agus Saefudin Koordinator FSB GARTEKS KSBSI Jawa Barat. Dalam komunikasi itu, Wadiyo berharap semua pengurus agar bisa duduk bersama untuk membahas strategi pengembangan organisasi ditiap cabang.   

“Saya pikir, untuk membesarkan bendera FSB GARTEKS KSBSI di Jawa Barat harus gotong royong, saling memberikan motivasi. Kalau perlu, dibuat tim organiser dari setiap perwakilan cabang. Kemudian dilatih supaya memiliki jiwa militant dan setelah itu diterjunkan ke lapangan,” terangnya.    

Sementara, DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Bogor, tahun ini memutuskan lebih fokus pada penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap pengurus dan anggota. Saat ini sudah ada 6 perwakilan Pengurus Komisariat (PK) diwilayahnya. Dan 2 PK lagi ada masalah hubungan industrial, sekarang sedang masuk tahap penyelesaian di dinas ketenagakerjaan.

“Semoga tahun ini pandemi Covid-19 segera berakhir, biar kami fokus menambah jumlah PK dan anggota. Tahun lalu target memang banyak agenda program yang tidak tercapai, seperti mengorganisir buruh. Karena ada kebijakan pembatasan aktivitas dari pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.     

Terkahir, Wadiyo mengatakan potensi membesarkan FSB GARTEKS KSBSI di Jawa Barat itu peluangnya masih besar, meski tantangannya saat ini terbilang banyak. Selain itu dibutuhkan komitmen dan kemampuan komunikasi yang baik, supaya buruh mau ikut bergabung.

“Serta harus bisa membangun sosial dialog ke perusahaan dan birokrasi pemerintah untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis. FSB GARTEKS KSBSI diwilayah Jawa Barat harus mampu menciptakan paradigma baru, bahwa serikat buruh tidak hanya jago demo, tapi mampu merumuskan solusi melalui dialog,” tutupnya. (AH)