ID ENG

Bersama Aliansi BBM, Buruh FSB GARTEKS KSBSI Bekasi Raya Akan Demo Tolak Kenaikan BBM dan Menuntut Upah Layak

Tanggal Publish: 13/09/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Aktivis Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB GARTEKS KSBSI) Bekasi Raya akan melakukan aksi demo ke Kantor Walikota dan Gedung DPRD Kota Bekasi Jawa Barat. Unjuk rasa akan dilakukan pada 14 September 2022, yang tergabung dalam Aliansi Buruh Bekasi Menggugat (BBM).

Arfan Arfian Ketua Pengurus Komisariat (PK) FSB GARTEKS KSBSI PT. Agel Langgeng mengatakan pihaknya telah melakukan konsolidasi internal untuk terlibat aksi demo yang tergabung dalam aliansi BBM. Ada beberapa tuntutan aksi demo yang akan disuarakan di Kantor Walikota Bekasi dan DPRD Kota Bekasi.

“Pertama, buruh menolak kebijakan pemerintah atas kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Kedua, kami menuntut upah minimum untuk buruh pada 2023 naik sebesar 15 sampai 20 persen. Dan Ketiga, Aliansi BBM tetap menolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja,” ucapnya, saat diwawancarai melalui seluler, Selasa (13/9/2022).

Selain itu, Arfan menyampaikan kebijakan pemerintah saat menaikan harga BBM sangat merugikan buruh. Pasalnya, perusahaan di sektor makanan dan minuman ditempatnya bekerja pun ikut berdampak. Karena pasca kenaikan BBM, harga sembako, biaya transportasi dan kebutuhan lainnya otomatis akan naik. Sementara, kondisi upah buruh sampai hari masih memprihatinkan.

“Bahkan, sebelum harga BBM dinaikan, harga sembako sudah banyak yang naik. Kami khawati dampak kenaikan BBM akan membuat daya beli ditengah masyarakat semakin rendah,” terangnya.

Lanjutnya, Arfan mengatakan massa buruh aliansi BBM yang akan melakukan unjuk rasa sebanyak 1000 orang. Aksi demo akan dimulai pukul 10 pagi sapai sore hari. Apabila tuntutan buruh tidak didengarkan elit politik, maka buruh bakal demontrasi kembali pada 29 September 2022.

“Kalau tuntutan juga tidak didengar lagi, maka kemungkinan besar buruh di kota Bekasi akan aksi demo secara terus menerus sampai bulan Desember. Salah satu tuntutan utamanya adalah soal upah minimum layak pada 2023,” tegasnya.

Sekadar tahu, Aliansi BBM merupakan gabungan lintas serikat buruh/serikat pekerja di Kota Bekasi. Diantaranya dari FSPMI, SPSI KEP, LEM SPSI, FSBDSI, GSBI, FSB GARTEKS KSBSI Bekasi Raya. (AH)