ID ENG

Berikan Motivasi, DPP FSB GARTEKS KSBSI Kunjungi DPC FSB GARTEKS KSBSI Semarang

Tanggal Publish: 09/09/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Beberapa waktu lalu, Ary Joko Sulistyo dan Martua Raja Siregar Ketua Umum dan Bendahara Dewan Pengurus Pusat (DPP) Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB GARTEKS KSBSI) mengunjungi Dewan Pengurus Cabang (DPC) FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Kunjungan ini untuk melakukan konsolidasi organisasi dan memberikan motivasi pengurus dan anggota.

Dede Rohman Ketua DPC FSB GARTEKS Kabupaten Semarang mengatakan selain kunjungan konsolidasi, DPP FSB GARTEKS KSBSI juga ingin mengetahui perkembangan kasus pemberangusan serikat buruh di PT. Starlight Garmen. Termasuk yang terjadi di PT. Mod Indo.  Kemudian, Ary Joko Sulistyo dan Martua Raja Siregar juga diminta untuk kunjungan ke PT. Sam Kyung Jaya Garments untuk memperkuat hubungan industrial yang harmonis.

“Kemudian melakukan kunjungan ke PT. Mod Indo. Untuk bertemu perwakilan manajemen perusahaan dalam mencari solusi terkait beberapa pengurus komisariat (PK) dan anggota kami yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak,” ucap Dede, saat diwawancarai melalui seluler, Jumat (9/9/2022).

Lanjutnya, Dede menceritakan setelah melakukan pertemuan dengan pihak PT. Mod Indo, beberapa hari kemudian Dinas Kepengawasan Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Tengah, memanggil perwakilan PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Mod Indo. Dalam pertemuan tersebut, mereka dimintai keterangan terkait dugaan pemberangusan serikat buruh yang terjadi di perusahaan.

“Termasuk 4 orang pengurus komisariat kami di perusahaan tersebut yang mengalami PHK sepihak jugta dimintai keterangan,” jelasnya.

Intinya, dalam pertemuan konsolidasi tersebut, Dede mengatakan Ketua Umum DPP FSB GARTEKS KSBSI meminta agar DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Semarang tetap solid. Serta berkomitmen mendampingi kasus pengurus dan anggota yang mengalami PHK sepihak dan pemberangusan serikat buruh.   

“Walau pengurus kami mengalami intimidasi di perusahaan, tapi sampai hari ini kami sebagai pengurus dan anggota tetap solid dan kompak,” ucapnya. (AH)