ID ENG

Bekali Pengurus Komisariat dan Anggota, DPP FSB GARTEKS KSBSI Gelar Training Lobby dan Advokasi Untuk Paralegal

Tanggal Publish: 25/08/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Bertempat di Hotel Gerbera Bogor Jawa Barat, Federasi Garmen Kerajinan Tekstil dan Sentra Industri afiliasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB GARTEKS KSBSI) menggelar Training Lobby dan Advokasi Untuk Paralegal. Agenda ini menyiapkan kader mudanya agar memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dan bisa aktif berperan dalam pergerakan serikat buruh.

Ary Joko Sulistyo mengatakan program pendidikan ini merupakan proses pengkaderan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) kepada pengurus dan anggota. Sebab, FSB GARTEKS KSBSI sekarang ini sedang fokus menguatkan berbagai pelatihan, supaya kedepannya lahir generasi baru untuk melanjutkan regenerasi pemimpin serikat buruh.

“Pelatihan Training Lobby dan Advokasi Untuk Paralegal yang diadakan ini khusus untuk Pengurus Komisariat (PK) dan anggota dari tiap utusan Dewan Pengurus Cabang (DPC),” ucapnya, saat diwawancarai melalui seluler, Kamis (25/8/2022).

Lanjutnya, Ary Joko menceritakan pemateri yang memberikan pelatihan orang-orang yang berkompeten dibidangnya. Dan langsung dibawah tanggung jawab Trisnur Priyanto Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP FSB GARTEKS KSBSI. Dimana, khusus membekali pengetahuan dan pemahaman kepada peserta tentang tentang teknik lobi, strategi negoisasi. Serta mekanisme pendampingan advokasi sampai memasuki tahap Bipartit dengan perwakilan manajemen perusahaan.

“Pendidikan untuk pengurus komisariat dan anggota ini dalam membangun kemampuan teknik komunikasi, Selama pelatihan, saya melihat semua peserta yang ikut pelatihan sangat aktif bertanya dan memberikan saran maupun pendapat,” jelasnya.

Lanjutnya, kata Ary Joko pelatihan yang dibuat untuk meningkatkan kapasitas setiap kader dalam kemampuan sosial dialog. Dan dia menegaskan semua kader FSB GARTEKS KSBSI berhak mendapatkan pendidikan dan pelatihan. Jadi tidak hanya pengurus tingkat cabang saja yang harus dibekali pengetahuan serikat buruh.

Untuk pengurus tingkat perusahaan dan anggota juga wajib diberikan. Agar kedepannya mereka bisa mandiri mengurus organisasi. Termasuk dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial di perusahaan sampai Tripartit. Sehingga nantinya tidak perlu lagi ketergantungan lagi dengan pengurus pusat.

Intinya, Ary Joko menegaskan gerakan FSB GARTEKS KSBSI memang sedang fokus meningkatkan SDM dalam agenda kemampuan sosial dialog. Agar bisa menciptakan hubungan industrial yang harmonis dengan perusahaan dan pemerintah. (AH)