ID ENG

Batal Demi Hukum, DPC FSB GARTEKS Tangerang Raya Menangkan Gugatan PHK Sepihak di PT. Aggiomultimex International Group

Tanggal Publish: 02/12/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Gugatan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Pengadilan Negeri Serang Banten, yang diajukan Asep Maulana bersama rekannya (3) orang bersama Dewan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri (DPC FSB GARTEKS) Tangerang Raya membuahkan hasil. Lewat perlawanan hukum, mereka mengalahkan PT. Aggiomultimex International Group yang beralamat di Jalan Aria Jaya Santika Desa Pasir Bolang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Aries Sokhibi Sekretaris DPC FSB GARTEKS Tangerang Raya mengatakan awal persoalan pihaknya dengan perusahaan tersebut karena latar buruh korban Pemutusan Hubungan  Kerja (PHK) dengan alasan habis kontrak. Namun setelah dipelajari, rupanya korban yang di PHK ini masa kerja mereka sudah lebih dari 4 tahun.

“Indikasi kuat korban PHK sepihak yang dilakukan PT Aggiomultimex International Group semakin terlihat setelah mereka membentuk serikat buruh FSB Garteks KSBSI ditingkat perusahaan,” ucap Aries Sokhibi, dalam keterangan tertulis Kamis (2/12/2021).

Akhirnya, pada Rabu (1/12/2021) majelis hakim membacakan putusan No. 103/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Srg. Dimana salah satu putusan hakim yaitu perubahan status hubungan kerja para Penggugat yang sebelumnya Kontrak (PKWT) menjadi karyawan Tetap (PKWTT).

Adapun pertimbangan hakim dalam memutus perkara ini adalah PT. Aggiomultimex International Group telah berdiri lebih dari 5 Tahun. Dan sifat maupun  jenis pekerjaannya adalah tetap (tidak berubah-ubah), dikuatkan oleh bukti penggugat dan saksi-saksi dari penggugat maupun saksi dari tergugat. Kemudian penerapan hubungan kerja PKWT yang dilakukan manajemen perusahaan adalah BATAL DEMI HUKUM. Sehingga berubah menjadi PKWTT Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu.

“Sebelumnya Pengawas Ketenagakerjaan sudah mengeluarkan Nota Pemeriksaan yang menyebutkan bahwa PKWT yang dilakukan perusahaan adalah jenis pekerjaan yang bersifat tetap dan terus menerus. Hal tersebut bertentangan dengan ketentuan, maka demi hukum PKWT berubah menjadi PKWTT,” jelasnya.

Pihaknya menyampaikan perusahaan tidak perlu melakukan upaya hukum Kasasi pasca putusan PHI, serta menyarankan agar menjalankan seluruh isi putusan Hakim. Kalau PT. Aggiomultimex International Group tetap melakukan upaya hukum Kasasi ke Mahkamah Agung, maka DPC FSB GARTEKS Tangerang Raya menegaskan tetap berkomitmen mendampingi kasus perselisihan anggotanya sampai final.

“Sikap ini kami sampaikan sebagai bukti bahwa DPC FSB GARTEKS Tangerang Raya tidak pernah lari dari tanggung jawab untuk membela anggotanya ketika mereka dihadapkan masalah perselisihan ketenagakerjaan,” tandasnya. (AH)