ID ENG

Banyak Buruh Bermasalah Dimasa Pandemi, FSB GARTEKS KSBSI Buka Posko Advokasi

Tanggal Publish: 28/09/2020, Oleh: DPP FSB Garteks

Dampak pandemi Covid-19 telah mengakibatkan jutaan buruh/pekerja di Indonesia menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan. Salah satunya, buruh yang bekerja di perusahaan garmen, tekstil dan kaos kaki pun ikut terkena dampaknya. Sebab, mau tidak mau, pengusaha sektor padat karya ini terpaksa mengurangi jumlah karyawannya, karena mengalami krisis keuangan.       

Menyikapi masalah yang terjadi, DPP Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB GARTEKS-KSBSI) sekarang ini membuka posko advokasi. Tujuannya untuk membantu buruh yang bermasalah dengan perusahaan dimasa pandemi.

Ary Joko Sulistyo Ketua Umum DPP FSB GARTEK KSBSI mengatakan posko advokasi sudah dibuka dibeberapa cabang. Seperti di Tangerang, Banten, Bogor, Medan, Jakarta, Semarang. “Jadi, kalau ada anggota dan buruh diluar anggota sedang terkena masalah PHK, dirumahkan serta pendampingan hukum lainnya, kawan-kawan pengurus FSB GARTEKS KSBSI siap membantu,” ungkapnya.

Ary mengatakan, langkah awal advokasi yang dilakukan organisasinnya lebih mengedepankan agenda sosial dialog dengan pihak perusahaan. Atau tepatnya solusi yang dilakukan dengan cara win-win solution (jalan tengah).

“Dalam posisi yang sulit ini kami memang tidak terlalu mau menyudutkan posisi perusahaan. Karena kondisi keuangan pengusaha juga banyak ikut terpukul. Makanya, kami lebih baik mengutamakan langkah sosial dialog. Kalau pun bermain frontal, saya pikir tak ada gunanya,” pungkasnya.

Waktu ditanya, berapa orang anggota FSB GARTEKS KSBSI yang terkena PHK dan dirumahkan akibat  dampak Covid-19, dia menjawab ada 4000 orang. Dengan adanya langkah advokasi dalam bentuk sosial dialog, dia berharap bagi yang sudah ter-PHK dan dirumahkan nantinya bisa dipekerjakan kembali, setelah situasi pandemi membaik,” tuturnya. (A1)