ID ENG

Ary Joko Sulistyo: FSB GARTEKS KSBSI Harus Mengedepankan Serikat Pengkaderan

Tanggal Publish: 18/10/2019, Oleh: DPP FSB Garteks

Ketua Umum (Ketum) FSB GARTEKS KSBSI Ary Joko Sulistyo menyampaikan perjalanan federasi serikat buruh yang dipimpinnya sekarang ini terus melakukan pembenahan organisasi. Terutama dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari pengurus sampai anggota dengan rutin melakukan program pendidikan dan pelatihan.

“Kemampuan aktivis buruh saya pikir tak hanya cukup melakukan advokasi buruh dan demo saja di era revolusi industri 4.0. Jaman telah berubah, maka setiap pengurus dan anggota harus dibekali pengetahuan tentang dunia perburuhan yang lebih luas,” ucapnya saat memberikan kata sambutan agenda Rakernas FSB GARTEKS KSBSI, di Hotel Pandanaran, Kota Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Selama tiga hari melaksanakan agenda Rakernas, dia mengatakan cukup puas dengan wacana dan interaksi diskusi yang disampaikan pengurus pusat, cabang dan perwakilan Pengurus Komisariat (PK)  anggota dari setiap pembahasan materi.

“Ide-ide yang mereka sampaikan dalam forum Rakernas tidak monoton. Justru banyak gagasan yang baru yang nantinya bisa diaktualisasikan untuk mengembangkan organisasi agar menjadi profesional,” jelasnya.

Selain rutin melaksanakan program pendidikan dan pelatihan internal, DPP FSB GARTEKS juga semakin rutin merekomendasikan pengurus cabang dan PK dalam pertemuan lintas serikat pekerja/buruh membahas isu perburuhan.

“Bahkan pengurus tingkat DPC sampai PK pun sudah rutin di utus ke luar negeri dalam agenda pertemuan serikat buruh lintas negara untuk meningkatkan kualitas mental dan wawasan intelektual,” terangnya.

Dalam urusan pendataan Kartu Tanda Anggota (KTA) FSB GARTEKS KSBSI juga sudah menerapkan pendataan anggota berbasiskan data online dan mulai meninggalkan pola lama. Artinya dengan data KTA berbasiskan online, Joko menyampaikan serikat buruh yang dipimpinnya telah beradaptasi perkembangan teknologi industri 4.0 dan menjadi transparan.      

Sekadar tahu, agenda Rakernas tahun ini dengan tema ‘Penguatan Kompetensi Serikat Buruh GARTEKS Memasuki Industri 4.0’ memang sengaja dilakukan di Kota Semarang. Pasalnya, pemerintah pusat telah menjadikan Jawa Tengah menjadi wilayah lumbung industri. Sekaligus juga membahas agenda Kongres FSB GARTEKS KSBSI yang akan dilaksanakan tahun 2020.  

Ia menargetkan Jawa Tengah sebagai basis terkuat buruh GARTEKS di Pulau Jawa. Saat ini tingkat DPC Kota dan Kabupaten Semarang, Solo, Kabupaten Jepara, Wonogiri dan Karangayer telah hadir. Pembekalan pendidikan dan pelatihan pun sudah mulai rutin diberikan kepada pengurus dan anggota untuk meningkatkan kualitas SDM. Intinya, Joko memiliki cita-cita FSB GARTEKS KSBSI tak sekadar menjadi serikat buruh yang militan.

“FSB GARTEKS KSBSI juga harus mengedepankan tradisi pengkaderan untuk melahirkan regenerasi kepemimpinan yang berjenjang dari tingkat bawah sampai nasional. Sebab hanya serikat buruh yang mampu menjalankan tradisi pengkaderan yang mampu bertahan untuk memberikan solusi perburuhan,” tutupnya. (AH)