ID ENG

Aktivis FSB GARTEKS KSBSI Kota Medan dan Deli Serdang Dilatih Mengenal Jurnalis dan Kampanye Media Sosial

Tanggal Publish: 07/01/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Menulis itu sudah menjadi bagian dari budaya pergerakan serikat buruh untuk alat perjuangan. Dan siapa yang gemar menulis, maka dia bagian dari pembuat sejarah.  Karena itu, setiap aktivis buruh disarankan harus bisa membuat tulisan yang mampu mempengaruhi masyarakat. Untuk mengabarkan setiap agenda perjuangan maupun aktivitas kegiatan organisasi.

Karena itu, aktivis Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB GARTEKS KSBSI) Kota Medan dan Deli Serdang Sumatera Utara awal tahun ini menggelar pelatihan ‘Aktivis Buruh Mengenal Dunia Jurnalis dan Media Sosial’. Dimana salah satu tujuannya dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) pengurus dan anggota dalam rangka membesarkan organisasi.

Dalam pemaparannya, Andreas Hutagalung dari Departemen Komunikasi dan Politik Dewan Pengurus Pusat (DPP) FSB GARTEKS KSBSI menyampaikan menulis itu sudah bagian dari pergerakan serikat buruh. Dan dia mengapresiasi DPC FSB GARTEKS KSBSI Kota Medan dan Deli Serdang yang menggelar pelatihan ini dalam meningkatkan kemampuan buruh dalam budaya menulis.

“Apalagi di era teknologi digitalisasi saat ini, sebenarnya aktivis buruh harus terlibat menjadi jurnalis nitizen di dunia media sosial (Medsos). Untuk menyampaikan kampanye, advokasi dan kegiatan serikat buruh kepada masyarakat luas,” ucapnya, diruangan rapat Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Medan Utara, Sumatera Utara, Kamis (6/1/2021).

Dia menegaskan syarat utama jika ingin aktif menulis, maka syarat utamanya adalah dia harus memiliki komitmen untuk belajar dunia jurnalis. Baik secara tatap muka maupun membaca dan melihat panduan teori jurnalis dari buku maupun internet dan Youtube.

“Setelah memahami teori jurnalis, maka harus dibutuhkan aksi kongkrit dengan memulai menulis,” ujarnya.

Kemudian, seorang pemula juga tidak usah ragu-ragu dalam menulis. Tapi harus penuh keyakinan. Sebab, banyak sekali orang yang mundur dalam gerakan menulis karena sering dibayangi rasa tidak percaya diri. Maka menulislah tanpa ada beban, tuangkan segala ide-ide yang ada dipikiran Anda.

Lalu bagaimana cara mengkampanyekan segala bentuk kegiatan organisasi Anda ke Medsos agar mendapat simpati publik? Sebenarnya tidak susah, asal ada kemauan.

  1. Jika FSB GARTEKS KSBSI sedang membuat agenda pelatihan, pertemuan, melakukan aksi demo, buatlah tulisan yang sederhana, ringkas dan tepat pada subtansinya. Selain itu dalam mengkemas narasi bahasa juga harus bisa menarik simpati publik untuk membacanya.                                                
  2. Perlu diingat, ketika Anda membuat tulisan, tidak boleh mengandung unsur kebencian ras, suku dan agama, menyebarkan informasi pembohongan publik dan fitnah atau hoax, yang bisa melanggar unsur pidana Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 11 Tahun 2008. Tapi buatlah narasi yang mendidik (edukasi), kritis dan bisa mempengaruhi publik.
  3. Jangan lupa, ketika tulisan yang Anda buat sudah selesai, ada baiknya diperiksa kembali untuk proses pengeditan. Kemudian lampirkan photo kegiatan agar publik semakin paham maksud dan tujuan yang sedang dibuat.

Panduan diatas terbilang sederhana, namun memiliki dampak pengaruh jika dilakukan. Intinya, dia mengatakan bahwa berpengaruhnya serikat buruh di Medsos, sebenarnya terletak pada Anda sebagai pengurus dan anggota. (AH)