ID ENG

Aktivis Buruh GARTEKS Sumut Siap Bersinergi Tangani Pandemi Covid-19

Tanggal Publish: 08/05/2020, Oleh: DPP FSB Garteks

Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil dan Sentra Industri (FSB GARTEKS) Sumatera Utara (Sumut) tak mau diam menghadapi pandemi Covid-19. Hal ini ditunjukan pada Kamis 7 Mei 2020, melakukan aksi bakti sosial dengan memberikan bantuan sembako kepada buruh yang telah kehilangan pekerjaan.

Paraduan Pakpahan Ketua DPC FSB GARTEKS Sumut mengatakan bantuan sembako ini kerja sama dengan pihak Kapolda, BPJS Ketenagakerjaan dan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) wilayah Provinsi Sumut. Dia berharap, bantuan sembako bisa meringankan beban buruh yang saat ini banyak terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan.

“Acara simbolik penyerahan sembako kemarin berjalan baik di sekretariat DPC FSB GARTEKS Sumut. dihadiri anggota DPRD Tangkas Manimpan Tobing serta Laxamana Adyaksa Sekjen Apindo Sumut,” ucapnya, saat diwawancarai lewat seluler, 8 Mei 2020.

Paraduan juga tak membantah, imbas pandemi yang terjadi ikut berdampak pada anggotanya. Otomatis, anggota serikat yang dipimpinnya pun mengalami penurunan. “Imbas pandemi Covid-19 menyebabkan anggota kami kurang lebih 50 persen sedang dirumahkan. Untuk saat ini kami masih terus melakukan pendataan dan mengambil langkah advokasi jika memang sifatnya penting,” ungkapnya.

Oleh sebab itulah, saat berdialog dengan anggota DPRD Sumut, dia menyampaikan agar buruh, pemerintah dan pengusaha bersinergi mengatasi masalah yang terjadi. Dalam waktu dekat ini, Pemerintah Provinsi (Pemvrov) Sumut segera membentuk Posko Penanganan THR.

“Kami sudah mulai agenda dengan melakukan pendataan perusahaan yang sudah tutup sekaligus mendata keseluruhan buruh yang sudah tak bekerja lagi,” imbuhnya.

Selain itu dia mengatakan perwakilan serikat buruh akan melakukan diskusi online dengan Walikota Medan. Intinya, dia menyampaikan FSB GARTEKS Sumut siap bersinergi dengan pemerintah dan pengusaha untuk mencari solusi pandemi Covid-19.

“Jumlah buruh yang terdampak pandemi ini semakin banyak yang sudah tak bekerja. Kita semua harus bisa duduk bersama untuk memberikan kritik membangun, saran dan gagasan solusi agar buruh bisa menndapatkan pekerjaan kembali,” tutupnya. (AH)