ID ENG

Agenda Perjuangan GBV Disambut Baik Oleh PT PWI Satu dan Dua

Tanggal Publish: 21/08/2019, Oleh: DPP FSB Garteks

Agenda pelatihan dan sosialisasi Gender Bassed Violence (GBV) yang telah diperjuangkan FSB GARTEKS KSBSI bekerja sama dengan CNV International semakin menuai hasil nyata. Dimana, pelatihan GBV yang diberikan kepada pengurus dan anggota bertujuan untuk memerangi berbagai macam praktik kekerasan, pelecehan, diskriminasi di dalam perusahaan.

Ary Joko Sulistyo, Ketua Umum FSB GARTEKS KSBSI pernah mengatakan pelatihan GBV memang rutin dilakukan secara bergilir untuk pengurus tingkat cabang, pengurus komisariat (PK) dan anggota. Dengan adanya pelatihan GBV, dia berharap seluruh kader GARTEKS nantinya bisa terlibat advokasi serta kampanye anti perlakuan kekerasan fisik dan seksual, diskriminasi dalam perusahan.

Karena persoalan diskriminasi dan  kekerasan tak hanya rentan dialami perempuan, kaum lelaki juga kerap mengalaminya. Nah tahun 2019 ini, hasil pelatihan GBV akhirnya bisa diwujudkan di perusahaan Parkland World Indonesia atau dikenal PT PWI 1 dan 2, Kabupaten Serang Banten. Pengurus komisariat (PK) satu dan dua diwilayah itu sukses meyakinkan pihak manajemen perusahaan untuk bersama-sama menerapkan zona GBV dilingkungan kerja.

Suprianto Ketua PK PT PWI 1 ketika diwawancarai menyampaikan pihaknya sudah lebih selangkah maju memperjuangkan program GBV. Perjuangan itu diwujudkan dalam rekomendasi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara perwakilan serikat buruh.

“Setelah negoisasi perundingan PKB, pihak perusahaan ikut mendukung penghapusan berbagai bentuk perlakuan kekerasan serta diskriminasi dalam lingkungan PT PWI. Perundingan PKB memang belum finish, tapi kami yakin rekomendasi pasal agenda GBV akan diterima,” ucapnya, Rab, 21 Agustus 2019.

Dia juga berharap DPP FSB GARTEKS KSBSI harus lebih rutin mengadakan pelatihan GBV kalau tujuannya ingin mewujudkan kesetaraan gender dalam perusahaan. Bila perlu sosialisasi dan pelatihan dilakukan di perusahaan. Sebab, isu GBV dinilainya belum terlalu popular dikalangan serikat buruh, termasuk pengurus dan anggota PK PWI 1. Padahal, kasus diskriminasi dan kekerasan fisik, pelecehan seksual sering terjadi di dunia kerja dan masih dianggap tabu.

Julfikar Ketua PK PT PWI 2 juga menyampaikan proses negoisasi PKB untuk memasukan pasal GBV sudah diterima oleh pihak manajemen perusahaan untuk tahun ini. Namun catatan kesepakatan perjanjian GBV dengan pihak perusahaan bersifat addendum (terpisah). Diterimanya penerapan pasal GBVdi PT PWI 2, Julfikar juga berharap kesetaraan gender bisa diwujudkan dengan seutuhnya.

“Dalam waktu dekat ini hasil perundingan PKB juga akan dicatatkan ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaer) Serang. Terkait kesepakatan GBV sifatnya addendum, saya butuh saran dari pengurus DPC DPP FSB GARTEKS KSBSI,” ujar Julfikar, Ketua PK PT PWI periode 2019-2021.

Selain itu, keinginannya juga tak jauh beda dengan Suprianto agar program pelatihan GBV rutin diberikan kepada pengurus dan anggota yang belum pernah mengikutinya. Sebab, ditempat perusahaannya bekerja sektor sepatu mayoritas atau 80 persen perempuan.

“Saya saja mempunyai anggota sekitar 1800 buruh, dimana mayoritas adalah perempuan. Jadi mereka butuh diberi pembekalan materi GBV agar nantinya bisa ikut terlibat kampanye dan advokasi penghapusan diskriminasi, kekerasan dan pelecehan seksual dalam perusahaan,” tutupnya. (AH)