ID ENG

ACV-CSC International Kunjungi PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Ricky Putra Globalindo

Tanggal Publish: 14/07/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Stijn Sintubin dan Laura dari ACV-CSC International atau serikat buruh terbesar di Negara Belgia mengunjungi Pengurus Komisariat PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Ricky Putra Globalindo, Citereup Kabupaten Bogor Jawa Barat. Kedatangan mereka ke perusahaan ini didampingi Ary Joko Sulistyo Ketua Umum DPP FSB GARTEKS KSBSI, Trisnur Priyanto Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP FSB GARTEKS KSBSI, Maria Emeninta Koordinator IIWE Indonesia dan Hamidah Ketua PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Ricky Putra Globalindo.                                                                      

Stijn mengatakan dirinya sangat senang bisa hadir di sekretariat PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Ricky Putra Globalindo. Karena pihak perwakilan manajemen perusahaan Dinar Panjaitan bersama jajarannya juga bersedia menjumpainya untuk berdiskusi. Dia mengatakan, bahwa FSB GARTEKS KSBSI selama ini salah satu serikat buruh mitra kerjanya. Serta satu visi dan misi memperjuangkan buruh yang selalu mengedepankan sosial dialog dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis.                                         

“Saya berharap sosial dialog antara PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Ricky Putra Globalindo tetap berjalan dengan baik. Jika ada terjadi perbedaan pendapat antara serikat buruh dan manajemen perusahaan, ada baiknya dibicarakan dahulu dengan pendekatan komunikasi,” ucapnya, Rabu (13/7/2022).

Dinar Panjaitan menyampaikan di PT. Ricky Putra Globalindo sekarang ini memiliki 2 perwakilan serikat buruh. Salah satunya adalah perwakilan FSB GARTEKS KSBSI. Ia menjelaskan bahwa hubungan sosial dialog dengan serikat buruh sudah terjalin baik. Memang, pada awal kehadiran serikat buruh di perusahaan ini, Dinar menyampaikan sempat menjadi masalah. Karena banyak perbedaan pendapat antara serikat buruh dan perusahaan, terutama soal kesejahteraan buruh.

“Namun karena adanya pendekatan komunikasi sosial dialog antara manajemen perusahaan dan serikat buruh, segala perbedaan bisa diselesaikan dengan cara yang baik,” terangnya. 

Selain itu, Dinar menceritakan Pandemi Covid-19 yang terjadi 2 tahun ini menjadi dilema bagi perusahaan. Salah satu persoalannya adalah masalah pesanan (order) banyak yang terpaksa berhenti. Sehingga dampaknya, perusahaan tidak efektif melakukan produksi dan akhirnya berdampak pada upah buruh.

Dinar menjelaskan sangat sulit sekali menjelaskan kepada buruh, bahwa dimasa pandemi ini, order prodduksi sangat sepi. Solusinya, kata Dinar, manajemen perusahaan dan serikat buruh pun kembali berdialog dan kedua belah saling mengerti. Salah satu kesepakatannya adalah perusahaan, walau upah di cicil, tapi perusahaan akan tetap melunasinya.  

Kemudian, selama ini pertemuan dialog antara manajemen perusahaan dan perwakilan serikat buruh sebenarnya sudah terjalin baik. Namun berhubung terjadi pandemi, rutinitas pertemuan setiap bulan terpaksa dihentikan. “Semoga pandemi segera berakhir dan pertemuan sosial dialog bisa kembali dilakukan seperti biasanya,” kata Dinar.

Dalam pertemuan tersebut juga dibicarakan tentang dampak perubahan iklim di perusahaan ddi dunia kerja. Serta kampanye melawan pelecehan dan kekerasan seksual di lingkungan perusahaan. Hamidah mengatakan, apabila terjadi kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang menimpa anggotanya akan segera bertindak cepat untuk menanganinya.

“Salah satu kesuksesan kami adalah PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Ricky Putra Globalido telah berhasil memasukan pasal Gender Bassed Violence dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Pihak perusahaan pun sangat mendukung,” ucap Hamidah. (AH)