ID ENG

3 Pengurus Komisariat di PHK, Buruh FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Semarang Bakal Demo PT. Mod Indo

Tanggal Publish: 14/07/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Dewan Pengurus Cabang (DPC) Federasi Serikat Buruh Garment Kerajinan Tekstil Kulit dan Sentra Industri Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB GARTEKS KSBSI) Kabupaten Semarang berencana akan melakukan aksi demo di PT. Mod Indo yang beralamat di Kawasan Pergudangan Bumi Wahyu, Jalan Raya Candirejo, Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Pasalnya, 3 Pengurus Komisariat (PK) mereka mendapat Pemutusan Hubungan Kera (PHK) sepihak dari perusahaan.

Dede Rohman mengatakan, serikat buruhnnya melalui PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Mod Indo telah mengirimkan surat aksi demo secara resmi. Tembusan surat resmi tersebut ditujukan kepada Kepala Kepolisian Resort Kabupaten Semarang dan Direktur Presiden perusahaan.

“Rencana aksi demo akan kami lakukan hari Senin, 18 Juli 2022, lokasinya di depan area perusahaan PT. Mod Indonesia. Massa peserta demo sebanyak 400 buruh,” ucapnya, saat diwawancarai melalui seluler, Kamis (14/7/2022).

Dede menjelaskan kronologis PHK sepihak ini berawal dari keluarnya kebijakan dari Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah tahun 2022 tentang kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK. Dalam keputusan UMK ini, Gubernur Jawa Tengah, salah satunya meminta kepada setiap perusahaan membuat Struktur Skala Upah.

“Kemudian kawan-kawan pengurus komisariat mengajukannya. Termasuk mengusulkan tagihan tunjangan dimasa pandemi tahun lalu yang parnah dijanjikan akan diberikan perusahaan jika situasi sudah normal. Namun rupanya sampai hari ini pihak perusahaan belum menepati janjinya,” ujarnya.

Kemudian, Dede mengatakan serikat buruhnya sebelumnya sudah meminta kepada petugas Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan pengawasan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di perusahaan. Dan saat ini sedang masih tahap pemeriksaan. Namun entah kenapa, tiba-tiba perusahaan membuat kebijakan memanggil Ketua dan Bendahara PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Mod Indo. Dengan alasan kedua pengurus tersebut masa kontrak kerjanya sudah habis pada 3 Juli kemarin.

“Setelah bertemu dengan perwakilan perusahaan, kedua pengurus kami diminta untuk menandatangani PKWT jangka wktu 3 bulan dengan masa percobaan kerja. Tentu saja mereka menolak untuk menandatanganinya, karena sudah 4 tahun bekerja di perusahaan,” tegasnya.

Kemudian, pada Jumat 4 Juli 2022, Dede berinisiatif ke PT. Mod Indo untuk menjumpai perwakilan perusahaan. Setelah bertemu dan berdialog, akhirnya pihak perusahaan tetap menawarkan kompensasi PKWT yang mengacu pada Omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja. Tapi kawan-kawan pengurus tetap menolak, karena sudah merasa 4 tahun bekerja.

Berhubung tawaran kompensasi ditolak, pihak perusahan beranggapan sudah tidak mau lagi bekerja di PT. Mod Indo. Nah, pada Senin kemarin pihak perusahaan rupanya mentransfer uang kompensasi yang ditolak oleh kawan-kawan pengurus komisariat tanpa sepengetahuan mereka.

“Kemudian saya kembali melakukan negoisasi kepada pihak perusahaan. Akhirnya ada kesepakatan, bahwa Ketua PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Mod Indo boleh bekerja kembali, namun dengan jabatan supervisor dan akhirnya kami terima. Nah untuk urusan gaji, kedepannya akan kami bicarakan lagi,” terangnya.

Nah, untuk pengurus yang satu lagi, dia tidak mau PHK, dan akhirnya diambil keputusan untuk diselesaikan di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Semarang. Namun, Dede menyesalkan, ternyata janji Ketua PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Mod Indo untuk dipekerjakan kembali sebagai supervisor tidak ditepati oleh perusahaan.

“Waktu kami tanya ke pihak perusahaan kapan janji tersebut ditepati, mereka selalu banyak alasan. Dan setelah kami telusuri, penggantinya sudah ada orang lain,” pungkasnya.

Begitu juga, sebelum surat pemberitahuan aksi dilayangkan, Sekretaris PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Mod Indo kembali dipanggil perusahaan dengan alasan akan melakukan aksi demo. Sehingga akhirnya dia di PHK Sepihak.

“Tadi pihak kepolisian menjumpai saya terkait surat aksi demo. Mereka bilang akan memfasilitasi kami dengan perusahaan untuk bernegoisasi. Kalau ajakan ini sifatnya mencari solusi kami sambut baik, tapi tidak ada titik temu aksi demo tetap berjalan,” tegasnya.   

Adapun tuntutan aksi yang disampaikan, diantaranya: Pekerjakan kembali semu pengurus PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Mod Indo (Supriyanto, Syaiful, Wicaksoso) yang ter-PHK sepihak dan bayar upahnya. Angkat semua buruh PT. Mod Indo menjadi karyawan tetap, terbitkan surat pengangkatan PKWTT untuk seluruh pekerja/buruh. Hentikan intimidasi dan kampanye anti serikat dalam perusahaan dalam bentuk apapun terhaap PK. FSB GARTEKS KSBSI PT. Mod Indo. (AH)